SAMPANG

Hari Jadi ke-399, Bupati Sampang Launching Busana Adat

SAMPANG, Kompasmadura.com – Hari Jadi Pemkab Sampang ke-399 serasa istimewa. Kenapa tidak, dimoment yang spesial ini Pemkab Sampang melaunching empat busana adat Sampang.l di Pendapo Trunojoyo, Sabtu (17/12/2022).

Diantaranya, Busana Rashoghan Cakranengrat. Busana tersebut digunakan Bupati dan Wakil Bupati, kemudian Busana Rashoghan Mngkubumi yang digunakan Forkopimda dan Pejabat Eselon II.

Kemudia Busana adat berikutnya yakni Rashoghan Pongghaba, pakaian ini digunakan untuk pegawai laki-laki. Dan terakhir busana adat Rashoghan Maghersareh yang digunakan masyarakat laki-laki.

Busana adat itu rupanya sarat akan filosofi. Mulai dari penutup kepala hingga bagian bawahan pakaian. Busana khas Kota Bahari ini memiliki ciri khas tersendiri dari busana adat daerah lainnya.

Kenapa tidak, rancangan busana itu tentunya lahir dari sejumlah upaya perumusan intisari nilai sejarah. Sisi lain yaitu sisi kebudayaan dan sosial di Kabupaten Sampang.

“Setelah disahkannya Perbup, dan sejak 2021 kita menyerap aspirasi dengan uji publik. Kemudian perubahan model, nama kami lakukan mempertimbangan sesuai keadaan mulai aspek sejarah, sosial budaya yang ada di Sampang,” kata Marnilem, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Sampang.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan launching busana adat ini semata membranding dan memperkenalkan ciri khas Sampang melalui adat dan kebudayaan yang ada.

“Sampang mengukir sejarah, karena memiliki busana adat yang hari ini kita launching pada hari jadi ke-399 Pemkab Sampang,” katanya.

Kepada tamu undangan, Bupati menegaskan hal itu agar Sampang memiliki Ikon tersendiri. Sekali lagi, busana adat ini sarat dengan nilai sejarah. Busana adat merupakan satu bagian yng cukup penting untuk dimunculkan bagi setiap Kabupaten/Kita. Hal itu sebagai bentuk bahwa Daerah yang bersangkutan merupakan satu wilayah yng mempunyai sosial budaya.

“Setelah dilakukan penelusuran, penelitian beriring waktu yang berjalan, akhirnya kita rumuskan bersama busana adat ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan acara kali ini, turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, WakilKetua TP PKK Sampang Hj. Vanny Abdullah Hidayat, Ketua DWP Sampang Hj. EnnyYuliadi Setiyawan, Ketua Persit dan Bhayangkari serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah. (Ful/Nin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *