SAMPANG

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan Penurun, Sampang Bertahan Penyandang KLA Kategori Pratama

SAMPANG, Kompasmadura.com – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengkategorikan empat penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Yakni, penghargaan katagori Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.

Pemerintah Daerah (Pemda) Sampang sendiri, pada Tahun 2021 mendapat penghargaan katagori Pratama. Kota yang dikenal dengan sebutan Kota Bahari ini nampaknya akan bertahan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) predikat Pratama.

Hal itu disampaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Sampang Fadeli. Menurutnya, Kabupaten Sampang belum bisa naik dilevel KLA katagori Madya.

Meskipun, angka kekerasan terhadap anak dan menurun dibanding tahun sebelumnya yakni sebanyak 26 kasus. Yakni kekerasan anak 19 kasus dan 7 kasus terhadap perempuan. “Untuk tahun ini (2022,red) Pemkab Sampang masih bertahan di level Pratama,” katanya.

Fadeli menjelaskan menaikkan level satu tingkat tersebut bukan hanya dinilai dari aspek kekerasan anak dan perempuan. Namun banyak indikator penilaiannya lainnya.

“Setidaknya ada 28 indikator dari 5 klaster penilaiannya. Banyak instansi lainnya yng terlibat dalam penyusunan KLA itu,” terangnya.

Sebab, banyak indikator dalam penilaian KLA. Semisal, pertama pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak. Kedua, pemenuhan hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan. Keempat, pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan kelima, perlindungan khusus anak.

“Sisi lain juga belum dilakukan verifikasi lapangan (verlap) oleh tim Nasional penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA),” sambungnya.

Namun meskipun masih penyandang status KLA Pratama, kata Fadeli, dirinya akan berupaya bagaimana nantinya (kedepan,red) Kabupaten Sampang naik satu tingkat dari level sebelumnya. ”

“Kami secara menyeluruh dan berkelanjutan intens melakukan koordinasi serta perlu dievaluasi secara berkala,” ujarnya.

“Upaya dan usaha kami ini, semoga tahun berikutnya Sampang masih mendapatkan KLA lagi syukur syukur katagorinya naik,” pungkasnya. (Ful/Nin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *