SUMENEP, Kompasmadura.com – Masyarakat diharapkan untuk memberikan ruang dan kesempatan yang sama kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), karena mereka juga memiliki potensi yang luar biasa.
“Kita harus peduli dan menyadarkan semua pihak untuk menggali, melatih dan membimbing Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan benar, karena mereka juga bisa menciptakan karya.” kata Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi pada Pentas Seni Anak Berkebutuhan Khusus dan Tasyakuran HUT Yayasan Cinta Ananda ke 10, di RRI Sumenep, Sabtu ( 31/03 ).
Isteri Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi ini menyatakan, guru pendidikan Anak Berkubutuhan Khusus harus memiliki kelebihan khusus dibandingkan guru siswa biasa, terutama dalam perhatian, kesabaran dan keikhlasan. Termasuk orang tua harus mencurahkan kasih sayang agar anak berkebutuhan khusus merasa diakui dan tidak ada perbedaan dalam keluarganya.
“Kepada orang tua untuk tetap membimbing anak berkebutuhan khusus agar menjadi anak yang hebat dan terbaik dalam menjalani kehidupannya di tengah-tengah masyarakat.” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya optimis anak berkebutuhan khusus memiliki optimisme dan termotivasi dalam hidupnya, apabila orang tua dan masyarakat peduli terhadap mereka.
“Mereka perlu kasih sayang dan perhatian kita semua agar tidak ada satupun dari mereka yang tidak termotivasi meraih prestasi sekaligus mandiri dalam menjalani kehidupannya. Yang jelas, pemerintah daerah telah hadir dengan menyediakan lembaga-lembaga pendidikan khusus untuk ABK itu.” pungkasnya.
Nia Kurnia Fauzi dalam kegiatan tersebut memotong nasi tumpeng dalam rangka Tasyakuran Yayasan Cinta Ananda, dan juga menyerahkan hadiah serta uang pembinaan kepada anak yang menjuarai berbagai perlombaan yang digelar oleh Yayasan tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Layanan Khusus Kabupaten Sumenep, Roro Mardiana Hayati menambahkan, kepedulian pemerintah dan masyarakat sangat memotivasi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan bakat dan keahliannya.
“Pemerintah dan masyarakat untuk memberikan layanan dan fasilitas secara khusus, sehingga anak-anak tersebut tidak kehilangan hak-haknya.” tandasnya.[sum/red]






