SUMENEP, kompasmadura. com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat kepercayaan dari forum silaturrahmi keraton nusantara (FKMS) menjadi tuan rumah event atau kegiatan internasional yakni festival keraton masyarakat adat asean ke lima yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 sampai 31 Oktober 2018 mendatang.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, mengaku sangat siap menjadi tuan rumah FKMS ke V pada Bulan Oktober mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan seperti perbaikan Keraton Sumenep.
“Keraton Sumenep yang telah berusia 238 tahun, telah diperbaiki, agar bisa memenuhi ekspektasi para tamu dari seluruh nusantara, bahkan Asean, ” kata Busyro, Selasa (20/02/2018).
Selain itu, orang nomer satu di Sumenep itu, juga menyatakan bahwa dipilihnya Bumi Sumekar ini, sebagai tuan rumah event internasional tersebut sangat tepat. Sebab, saat ini Kabupaten paling ujung timur Pulau Madura ini merupakan satu-satunya daerah di Jawa Timur yang keraton beserta seluruh peninggalannya, masih utuh dan bisa dinikmati.
“Hal ini karena komitmen yang begitu tinggi Pemerintah Daerah dalam pelestarian Keraton Sumenep,” katanya.
“Pelestarian dilakukan dengan pembentukan peraturan daerah kabupaten sumenep nomor : 6 tahun 2014 tentang pelestarian cagar budaya, pembetukan tim ahli cagar budaya, menetapkan kompleks sumenep sebagai situs cagar budaya, serta mewajibkan pelajar dari tngkat TK hingga SMA meggunakan batik Keraton Sumenep,” imbuhnya.
Selebihnya, suami dari Nurfitriyana Busyro itu, memastikan dalam event FKMS kali ini akan memiliki suasana berbeda dibandingkan sebelumnya.
“Nanti akan ada beberapa acara maupun destinasi wisata yang tidak dijumpai di daerah lain, Seperti wisata kesehatan di Pulau Gili iyang yang memiliki kandungan oksigen tertinggi nomer dua di dunia, pertunjukan musik tong-tong yang sudah Internasional, kerapan sapi serta akan berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat yang hidup di kampung pasir,” tutupnya. [die/Nin]






