close
SAMPANG

Budi Telah Tiada, Karyanya Dikenang Publik

IMG_20180206_195357
D. Zawawi Imron sedang menjelaskan makna lukisan Ahmad Budi Cahyanto di kediaman Almarhum.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Ahmad Budi Cahyanto telah tiada akibat dianiaya muridnya, beberapa hari yang lalu. Namun,  karya dikenang masyarakat khususnya para sastarawan, budiawan dan seniman.

Salah satunya,  sastrawan nasional D.  Zawawi Imron S. Pria asal Sumenep itu sangat menakjubkan hasil tangan sang guru tersebut.

“Kita kehilangan ananda Amhad Budi Cahyanto, tapi dia meninggalkan karya karyanya yang dikenang publik, ” katanya sambil menunjukkan lukisan karya Almarhum saat takziah kediamannya, Selasa (6/2/2018).

Kenapa demikian karena lukisannya memiliki makna relegius. Artinya Zawawi menjelaskan, setiap manusia akan kembali pada Sang Kholik.

“Bagus-bagus hasil karya Almarhum,” sembari melihat setiap lukisan Budi.

Masih kata dia,  selain seminan Budi guru. Artinya dia seolah olah ulama besar bukan karena kehotmatan tapi penghormatan sebagai guru.

“Silih berganti tamu berdatangan, ini menunjukkan bahwa almarhum jadi perhatian dunia pendidikan,” ujarnya.

“Kita tidak perlu memproses bagaimana dia meninggal,  tapi bagaimana kita ketemu nanti di akhirat. Semoga almarhum yang menjemput kita di surga,” sambungnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Syaiful

Editor   : Nindy

Tags : Zawawi