SUMENEP, Kompasmadura.com – Meski Tim Operasi Tangkap Tangan (OTT), belum terbentuk namun Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, melakukan sidak ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B setempat, hal itu dilakukan karena banyak menerima laporan serta informasi, jika di Rutan sering terjadi pungutan liar (pungli) dan menyewakan Hp kepada narapidana.
Usai keliling dan sosalisasi dengan para napi di rutan Klas II B Wakil Bupati Kabupaten Sumenep mengatakan, Kunjungan ke rutan Klas II B, selain melihat situasi, juga menindak lanjuti laporan dari masyarakat, berdasarkan informasi bahwa rutan Klas II B sering terjadi pungli, dan penyewaaan Hp.
Bahkan kata dia, kepala rutan Klas II B mempersilahkan awak media mewawancarai para narapidana soal adanya pungli dan penyewaan Hp.,”Saya ingin mematahkan informasi-informasi jika selama ini di rutan ini katanya banyak pungli pakai Hp disewakan tetapi pak Akbar sudah membuktikan itu tidak ada,”terangnya Selasa (29/11/2016).
Tidak hanya Rutan Klas II B akan dikunjungi oleh wakil bupati melainkan tepat lain, yang selama ini banyak laporan masuk kepada kami, yang informasinya ada pungli-pungli. Kata dia, karena hanya laporan untuk kebenarannya masih belum jelas, namun jika nanti ada akan dilakukan sosialisasi.
“Jika sosialisasi telah dilakukan tapi tetap, pasti kami akan beri tindakan seperti tempat lain iya OTT,”tegasnya. Selasa (29/11/2016)
Ia menambahkan satu bulan lalu baru mendapatkan surat dari Presiden, pihak telah melakukan rapat satu kali pembetukan tim Operasi Tangkap Tangan (OTT), dengan tim khusus kepolisian.”Iya moga-moga pada awal tahun sudah mulai,”terangnya
Namun saat ditanya instansi mana yang men jadi prioritas jika tim OTT terbentuk, ia memilih tidak menjawab, dan hanya tersenyum. [Ry/put]






