SUMENEP, Kompasmadura.com – Sepertinya tenaga penyuluh dibidang pertanian mengalami penyusutan setiap tahunnya, karena dari sekian puluh tenaga penyuluh banyak tidak memenuhi syarat, hingga berkibat untu wilayah kepualauan hampir tidak mempunyai tenaga penyuluh.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Sumenep Bambang Heriyanto, mengatakan sejak tahun lalu tenaga penyuluh pertanian sudah minim, untuk mensiasati hal tersebut, memanfaatkan penyuluh swadaya, dari kelopok tani. Ia menyebutkan Tahun 2015 sekitar 167, sudah banyak pensiun, dan tersisah 156 penyuluh.
“Idelanya untuk penyluh satu Desa satu penyuluh, hingga banyak penyuluh yang merangkap tiga Desa,”terangnya Rabu (12/10/2016).
Sambungya apabila ingin melakukan sosialisasi soal pertanian, pihaknya mengadalkan UPT pertanian setempat. Lanjut dia tahun ini ada ada kuota 88 pengangkatan tenaga penyuluh, namun yang memenuhi syarat hanya 22 orang dan sisanya gagal.
Tambah Bambang dari 22 orang yang telah ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), penyuluh pertanian, masih belum dipastikan lulus, menurutnya perekrutan tenaga penyuluh dilakukan pemerintah pusat.
“Pada Pertengahan Oktober informasi lulus tidaknya tenaga pemyuluh itu, keputusan menunggu info dari Kementerian Pertanian,”terangnya [Sy/Put]






