close
SUMENEP

Potensi Angin Puting Beliung Masih Akan Terjadi, Begini Penjelasan BMKG Sumenep

IMG_20190314_190841
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usman Kholid, M. Si . Foto : Hend/kompasmadura.com

SUMENEP, Kompasmadura.com – Bencana yang menimpa Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhir-akhir ini telah banyak menimbulkan kerisauan masyarakat setempat. Pasalnya, Rabu 13 Maret 2019 kemarin, Puting Beliung membabat beberapa kawasan di Kabupaten paling timur Pulau Madura itu. Kamis, (14/03/2019).

Angin puting beliung yang melanda di beberapa Desa di Kota Sumenep, salah satunya Kecamatan Lenteng, Kecamatan Saronggi, serta Kecamatan Kota Sumenep sendiri.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usman Kholid, M. Si menuturkan bahwa, adanya potensi angin kencang masih sampai akhir musim penghujan yang diperkirakan berakhir hingga bulan April dan awal Mei 2019 mendatang.

“Adanya potensi terjadinya angin puting beliung, hujan deras dan angin kencang, yang dapat menumbangkan pohon-pohon yang rapuh atau dapat menyebabkan bangunan rumah yang tidak kokoh roboh masih mungkin terjadi,” tutur, Usman, setelah dihubungi melalui via handphone pribadinya. Kamis (14/03)

Menurutnya, angin puting beliung terjadi karena adanya manivestasi dari awan Comulonimbus yang bertemu dengan angin kencang dan petir, sehingga menimbulkan turbulensi yang dinamai angin puting beliung.

Usman mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar perlu berhati-hati dan waspada akan munculnya angin tersebut, selama masih belum pergantian musim, “Masyarakat harus mewaspadai dari perubahan cuaca ini, karena adanya potensi angin puting beliung yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa pohon tumbang ketengah jalan akibat puting beliung di kawasan kota Sumenep, serta membuat ambruk salah satu teras toko swalayan, akibat curah hujan yang ektrim. Sedangkan selama bulan Maret hingga April disebut oleh BMKG Sumenep, bahwa sebagai masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau, potensi angin kencang akan terus berlanjut. [Hend/Nin]

Tags : BMKG