close
SUMENEP

Waduh! Ratusan Warga Kepulauan Sumenep Tertahan Selama Dua Minggu di Pelabuhan Kalianget

IMG_20180130_195239

SUMENEP, kompasmadura.com – Sekitar 13 hari lamanya ratusan warga asal Kepulauan Sumenep harus tertahan di pelabuhan Kalianget, akibat kapal enggan berlajar karena cuaca belum kunjung membaik. Akibatnya, banyak barang bawaan warga khususnya, lauk pauk seperti sayuran, cabe, kubis, bawang merah dan putih mulai membusuk.

Selain itu, warga kepulauan juga terpaksa tidur di ruang tunggu  Pelabuha  atau penampungan selama kurang lebih dua minggu. “Sudah sekitar 13 hari kami berada di pelabuhan hingga barang bawaan kami seperti sayuran, kubis, rante, cabe, bawang merah dan putih sudah mulai membusuk,” keluh Moh Tarif Warga asal kepulauan Masalembu Kabupaten Sumenep, Selasa (30/01/2018).

Barang bawaan yang pihaknya bawah, hendak dijual kembali. Namun, jika keadaan barang tersebut membusuk, maka akan merugikan terhadap pihaknya. Lanjut dia, hingga saat ini, belum mendapatkan kepastian keberangkatan kapal. Sehingga, bersama keluarga harus kembali tidur di penampungan Pelabuhan Kalianget bersama ratusan warga lainnya.

“Mau kemana lagi mas, uang sudah mulai habis buat makan. Kalau buat penginapan dari mana, ya kami bersama keluarga terpaksa tidur di ruang tunggu atau penampungan hingga ada keputusan pemberangkatan,” imbuhnya.

Ditempat lain, Sugik warga asal Kepulauan Raas merasa kecewa terhadap tidak berangkatnya kapal. Sehingga, membuatnya kembali harus tertahan di Pelabuhan Kalianget. Pahadal, hampir saja pihaknya berangkat. Sebab, Kapal Dharma Kartika pelayaran menuju Kepulauan Raas  hendak berangkat pada Selasa (30/01/2018). Akan tetapi harus urung berangkat.

“Kami sudah beli tiket, hingga penumpang banyak sudah berada di dalam kapal. Namun, mendadak ada informasi kalau kapal gagal berangkat, karena dihimbau oleh Syahbandar Kalianget ketinggian gelombang masih 2 hingga 4 meter,” ungkapnya.

Gagalnya keberangkatan Kapal membuatnya kembali tertahan hingga pemberangkatan pada Jadwal Jum’at (02/02/2018), itupun jika cuaca mulai membaik. Bahkan, pihaknya harus mengalami kerugian karena membawa barang dagangan.

Sementara itu, Petugas Keselamatan Berlayar Syahbandar Kalianget, Williyanto menjelaskan tidak diberangkatkannya kapal jurusan kepulauan karena adanya surat himbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget bahwa mulai tanggal 22 Januari hingga 30 Januari 2018 adanya cuaca ekstrim.

Untuk ketinggian gelombang masih mencapai 2 hingga 4 meter.
Kendati demikian, jika Operator kapal atau Nahkodanya memberanikan diri untuk berlayar, pihanyaknya meminta agar membuat surat pernyataan. Namun, untuk cuaca saat ini masih belum membaik.

”Memang kami himbau semua rute pelayaran dan operator kapal untuk tidak berlayar dulu menunggu cuaca membaik. Tapi kami hanya sebatas menghimbau saja,” ujarnya. [Die/Nin]

Tags : BMKG