BANGKALAN, Kompasmadura.com – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI) RKH Abdul Kader sudah memasuki 1 semester ini masih menunggu cairnya dana pembinaan yang disiapkan oleh pemerintah daerah melalui Anggaraan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bangkalan tahun 2017.
Ketua Koni Ra Kader, mengaku bahwa dirinya untuk menggerojok bantuan tersebut syarat dan rukunnya sudah dipenuhi sejak 3 bulan yang lalu, akan tetapi dirinya hingga detik ini belum bisa menggunakan bantuan tersebut.
“Tahun ini memang mendapatkan bantuan dana pengembangan cabor-cabor kami sebesar Rp 1 miliar, tapi informasinya kami dianggarkan 2 miliar, tapi katanya ada hal apa harus mendapatkan 1 milliar,” Ucapnya.
Ra Kader (sapaan akrabnya), menyampaikan pula bahwa saat ini seabagian dari 21 cabang olahraga yang ada harus menggunakan dana talangan untuk mengembangkan cabor-cabor yang ada.
“Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh cabor kami sejak bulan Februari 2017 kemarin,” cetusnya.
Dirinya berharap semoga dana tersebut segera bisa dicairkan, “semoga saja cair, karena informasinya masih menunggu tanda tangan bupati,” Pintanya.
Sementara itu, Dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun 2017 melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Bangkalan, saat ini masih tahap pengajuan, “kalau tidak salah tahun 2017 ini ada dana 1 miliar untuk mengembangkan cabang-cabang olahraga yang ada di bawah naungan koni,” Ungkap Saad Asj’ari Kepala Dinas Pemuda dan olahraga Bangkalan.
Selain itu juga menjelaskan, bahwa uang pembinaan yang diberikan oleh pemkab Bangkalan melaluinya hanya sekedar menfasilitasi kebutuhan koni.
“Kalau terkait teknisnya itu koni yang menjalankan, jadi intinya untuk digunakan pengembangan cabor-cabor itu wewenangnya koni,” paparnya.
Ditambahkan olehnya, belum cairnya anggaran tersebut, dirinya tengah membentuk tim verifikator dalam penilaian berkas yang diajukan oleh pihak koni.
“Kami saat ini sedang membentuk tim verifikator, karena dari proposal yang diajukan harus kami validkan, sebab disitu ada ketentuannya,” imbuhnya.
Tim verifikator yang sedang disiapkan oleh Sa’ad melibatkan dari berbagai OPD lainnya, seperti Inspektorat, dispora, dan bagian hukum sekretariat daerah Bangkalan.
“Saat ini sudah kami ajukan ke pak Bupati, tinggal menunggu tanda tangan beliau,”Pungkasnya. [MA/Nin]






