close
SUMENEP

Bupati Sumenep Berharap pihak terkait bersama masyarakat melakukan promosi ojhung

IMG_20240608_203338
Foto : Dok. Humas

SUMENEP, Kompasmadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo  mengapresiasi dan mendukung pelestarian tradisi Ojhung. Bahkan kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga dan melestarikan tradisi leluhur, sehingga seni budaya itu keberadaannya tidak punah hingga generasi saat ini. 

“Pemerintah Daerah untuk menjaga tradisi Ojhung memasukkan kegiatannya dalam kalender tahun ini,” kata Bupati di sela-sela Festival Ojhung 2024, di Pantai Badur Desa Badur Kecamatan Batuputih, Sabtu (08/05/2024).

Pemerintah mengharapkan kegiatan kalender tahunan pemerintah daerah menjadi peluang terhadap pengembangan seni budaya Ojhung, karena selain melestarikan seni budaya, juga sebagai daya tarik bagi wisatawan asing maupun lokal berkunjung ke Kabupaten Sumenep.

“Kami ingin untuk festival Ojhung dalam kemasan pertunjukannya bisa menambah potensi wisata budaya di Kabupaten Sumenep,” terangnya.

Bupati Sumenep menyatakan, pihak terkait bersama masyarakat melakukan promosi ojhung, agar berdampak kepada kesadaran bersama untuk melestarikan budaya leluhur yang tidak bernilai harganya. 

“Setiap seni budaya bukan sekedar warisan leluhur saja, tetapi jika kegiatan dilakukan dengan pertunjukan yang berkualitas, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Festival Ojhung dalam pelaksanaannya merupakan tradisi saling pukul badan dengan menggunakan senjata rotan yang dimainkan oleh dua orang, saling bergantian memukul tubuh lawannya, dan yang paling banyak mengenai badan lawan adalah pemenangnya.

Masyarakat rutin mengadakan Ojhung untuk ritual agar di desa itu terhindar dari segala musibah bencana alam, termasuk ritual meminta datangnya hujan di musim kemarau.

Sementara, peserta Festival Ojhung diikuti delapan orang pemain yang telah diseleksi oleh paguyuhan Ojhung Sapu Angin. (Red)

Tags : Bupati Sumenep