close
HUKUM

Dalam BAP, Samli disebut-sebut. Tapi Polres Pamekasan Tahan Samli dengan Kasus Berbeda. Ada apa ya???

IMG-20221004-WA0017
Abd. Hamid saat mengikuti sidang lanjutan pembunuhan Miarto secara online.

PAMEKASAN, Kompasmadura.com – Sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disampaikan terdakwa Abd. Hamid (34) pelaku pembunuh Miarto, bahwa Samli disebut-sebut sebagai otak pembunuhan Miarto Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 5 di Batubintang Kecamatan Batumarmar Pamekasan.

Namun, Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Pamekasan menangkap Samli beserta rekannya, bukalah hasil pengembangan dari kasus pembunuhan Miarto ataupun hasil keterangan terdakwa Abd. Hamid seperti yang termaktub dalam BAP.

Justru, penangkapan Samli di Jalan Raya Desa Ponjenan Kecamatan Batumarmar Pamekasan, Senin (19/9/2022) dengan kasus yang berbeda. Yakni dengan kasus kedapatan atau kepemilikan Senjata Tajam (Sajam) di dalam mobil Inova warna putih dengan Nomor Polisi (Nopol) A. 1163. VQ.

Penangkapan mereka dalam rangka operasi sikat semeru 2022. Bukan lain karena pengembangan kasus pembuahan korban yaitu Miarto (50). “Untuk Samli diamankan atas kepemilikan sajam mas, dalam rangka operasi sikat semeru 2022,” kata Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Eka Purnama.

“Kita belum bisa menyimpulkan kesana (pengembang, red) mas karena kan harus berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang ada,” kilahnya.

“Samli akan dikenakan pasal 2 UU darurat nomor 12 Tahun 1951,” sambungnya.

Menanggapi pernyataan Kasatreskrim Polres Pamekasan, informent menyampaikan terimakasih atas kinerja Satreskrim Polres Pamekasan. Hanya saja dia kecewa atas sikap dan tindakannya.

Dia mengatakan, penangkapan saudara Samli bukan atas dasar keterangan terdakwa sebagaimana yang disampaikan pas waktu pemeriksaan. “Padahal, di BAP nya sudah jelas bahwa Samli dibelakang kasus pembunuhan Miarto,” kata informent yang tidak mau disebutkan namanya.

Seolah-olah Satreskrim Polres Pamekasan ini akan menghilangkan jejak otak pembunuhan Miarto. Artinya, Samli ditahan dengan kasus berbeda tidak berpedoman pada BAP dari terdakwa.

“Apa dengan penegak hukum ini. Timbul pertanyaan besar, jika seperti itu maka pertanyaan seperti apa BAP yng sebenarnya disampaikan oleh terdakwa (Hamid,red),” curiganya. (Ful/Nin)

 

Tags : Kasus pembunuhan