close
SUMENEP

Bupati Sumenep Berikan Bantuan Kesehatan Melalui JKN Bagi Para Guru Ngaji

IMG-20210625-WA0066

SUMENEP, Kompasmadura.com – Para guru ngaji diharapkan membekali anak didik dengan memberikan pendidikan akhlakul karimah seiring kemajuan arus informasi dan teknologi digital, supaya anak-anak tidak gersang terhadap pendidikan moral dan etika.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH mengatakan, seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak di era globalisasi tentu saja sangat mudah mengakses segala macam sumber informasi, sehingga dengan menggunakan telepon genggam android tidak hanya membaca ataupun menonton konten baik saja tetapi juga yang kurang baik.

“Saya menyadari guru ngaji mempunyai peran penting dalam mendidik dan menyiapkan anak-anak menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, bermoral serta berkarakter budaya,” jelas Bupati Achmad Fauzi, SH, MH di Balai Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Jumat (25/06/2021).

Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai bentuk perhatian atas peran serta guru ngaji dalam membangun Sumenep, memberikan bantuan sosial untuk kesejahteraan mereka, meskipun besaran bantuan itu tidak begitu besar.

“Yang jelas, pemberian bantuan sosial ini karena peran penting guru ngaji dalam membentuk karakter dan moral, ilmu dan akhlakul karimah, sehingga mampu membentengi diri anak dalam menghadapi laju arus informasi yang semakin pesat ini,” tegas Bupati.

Bupati mengungkapkan, para guru ngaji juga mendapat bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai peserta BPJS untuk menjamin kesehatan mereka, yang biaya atau iuaran setiap bulannya merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Saya juga memberikan bantuan kesehatan melalui JKN bagi para guru ngaji, sehingga dengan bantuan itu semakin meningkatkan peran guru ngaji dalam mendorong pembangunan daerah di sektor pendidikan keagamaan,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menamai Kartu Guru Ngaji Bismillah Melayani bekerja sama dengan Bank BPRS Bhakti Sumekar, sehingga pencairannya secara non tunai, sedangkan JKN bekerja sama dengan BPJS Kabupaten Sumenep.

“Total guru ngaji penerima bantuan stimulan tahun 2020 sebanyak 1000 orang dengan nominal setiap penerima setahun sebesar Rp1 juta 200 ribu, tetapi saat ini, pencairannya baru sebanyak 350 orang, karena sisanya masih dalam tahap verifikasi untuk memastikan penerima adalah benar-benar guru ngaji supaya tepat sasaran,” tandasnya.

Sementara, salah seorang guru ngaji penerima bantuan, Zainol Mustaqin warga Desa Prenduan Kecamatan Pragaan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati atas kepeduliannya kepada para guru ngaji di Kabupaten Sumenep, baik bantuan stimulan maupun program JKN untuk pelayanan kesehatan.

“Semenjak kepimimpinan Bupati Achamd Fauzi dan Wakil Bupati Dewi Khalifah, SH, MH, M.Pd.I, para guru ngaji mendapat bantuan JKN, karena tidak hanya mendapat bantuan stimulan saja, tetapi sejak tahun ini ada bantuan jaminan kesehatan,” pungkasnya. ( Ras/Nin )

Tags : Bupati Sumenep