Menu

Otomatis
Breaking News

SAMPANG

Pupuk Langka dan Mahal, DPRD Panggil Disperta dan Penyuluhan Pertanian

badge-check

Pupuk Langka dan Mahal, DPRD Panggil Disperta dan Penyuluhan Pertanian Perbesar

SAMPANG, kompasmadura.com – Beberapa hari terakhir ini persediaan pupuk di Sampang mulai langka. Akibatnya, harga pupukpun menjadi naik dibandingkan harga sebelumnya. Kelangkaan persediaan pupuk diduga ada oknum yang sengaja menimbun, sehingga para petani sudah paya mendapatkan bumbu tanamannya.

DPRD Sampang tidak tinggal diam dengan kondisi tersebut. Selasa (19/1/2021), Komisi II sebagai mitra kerja Dinas Pertanian (Disperta) Sampang memanggil instansi terkait beserta semua penyuluh dan pihak distributor dan pemilik kios yang tersebar di Sampang.

Dalam pertemuan yang diletakkan di Aula besar tersebut, kelangkaan yang mengakibatkan naiknya harga pupuk disebabkan keterlambatan pengiriman dari pabrik ke 5 distributor di Sampang. Faktor lainnya, distributor harus mengalokasikan pupuk sesuai dengan SK Alokasi per tanggal 7 januari 2021.

“Sisi lain penyebabnya diikarenakan ada pergeseran distributor sehingga harus menyesuaikan dengan RDKK,” kata Suyono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang.

“Tidak ada faktor kesengajaan atau penimbunan pupuk oleh oknum, ini murni karena ada kendala tehnis,” tegasnya.

Namun Suyono menambahkan, distributor ebagai penyalur pupuk melalui kios telah mulai menyediakannya. Petani bisa mendatangi dan mengambil pupuk sesuai jenis yang dibutuhkan. “Pupuk bersubsidi batasannya untuk pwtani hanya 2 hektar, lebih dari itu petani membeli,” ujarnya.

Sementara itu, Alan Kaisan, Anggota DPRD Sampang menyampaikan tujuan mengumpulkan dan memanggil untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Sebab, dimasa tanam ini petani sangat membutuhkannya sehingga harapan mereka tidak sulit dan mudah mendapatkan pupuk.

“Tadi kami sudah panjang lebur membahas permasalahan dibawah, dan kami sudah memberikan penekanan pada instansi terkait bagaimana persediaan pupuk sesuai dengan kouta di Sampang,” katanya kepada awak media.

Politisi dari parpol Gerindra itu menuturkan, dengan jumlah kouta pupuk bersubsidi di sampang jauh lebih meningkat di bandingkan tahun sebelumnya. Artinya apa, persediaan ini tentu tidak ada lagi istilah petani susah dan membeli dengan harga mahal.

“Dari Suyono menyampaikan bahwa Koutanya Belig banyak hingga tiga kali lipat. Jadi kelangkaan pupuk di Sampang tidak mungkin terjadi tahun ini. Jika hal ini masih terjadi, kami akan lakukan saksi tegas apabila ada oknum yang bermain-main,” tegas pria kelahiran Kedungdung itu.

Untuk diketahui, Per tanggal 7 januari 2021 surat keputusan dari kepala dinas pertanian provinsi, alokasi pupuk Urea sebanyak 35.433 ton, naik 212%, untuk jenis pupuk lainnya rata-rata naik 200% – 500%. Semisal, pupuk jenis ZA dari 3000 menjadi 10.000 ton, SP dari 2700 menjadi 14.000 ton, dan NP dari 3700 menjadi 21.000 ton. (Ful/Nin)

Baca Lainnya

Kapolres Sampang Mengingatkan Seluruh Personel Agar Menjalankan Tugas Dengan Tulus

8 Sep 2026 - 20:21 WIB

Kapolres Sampang Mengingatkan Seluruh Personel Agar Menjalankan Tugas Dengan Tulus

Wabup H. Abdullah Hidayat menyerahkan nota penjelasan kepada Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana

20 Jan 2024 - 13:17 WIB

Wabup H. Abdullah Hidayat menyerahkan nota penjelasan kepada Wakil Ketua DPRD Sampang Amin Arif Tirtana

Di HUT Korpri ke-52, Bupati dan Wabup Sampang Sampaikan Permohonan Maaf

18 Des 2023 - 14:20 WIB

Di HUT Korpri ke-52, Bupati dan Wabup Sampang Sampaikan Permohonan Maaf

Selesaikan Penyusunan Masterplan Kota Cerdas, Pemkab Sampang Terima Penghargaan Gerakan Smart City 2023

10 Des 2023 - 23:27 WIB

Selesaikan Penyusunan Masterplan Kota Cerdas, Pemkab Sampang Terima Penghargaan Gerakan Smart City 2023

Terjadi Pergeseran Anggaran, Peningkatan Alun-Alun Pakai Dana CSR

1 Nov 2023 - 18:18 WIB

Terjadi Pergeseran Anggaran, Peningkatan Alun-Alun Pakai Dana CSR
Trending di SAMPANG