SUMENEP, Kompasmadura.com – Pelestarian Cagar Budaya di Kabupaten Sumenep terus disorot Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, Dinas terkait terus berupaya memberikan pemahaman penting bagaimana melestarikan budaya tersebut.
Bahkan pengelolaan dan pengembangan cagar budaya perlu terus bimbingan dalam pelestariannya. Terbukti, Kabupaten Sumenep telah sosialisasikan beberapa pekan lalu terkait merawat cagar budaya yang notabene adalah warisan alam.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur, Dr. Wisnu, pengamat ahli cagar budaya Provinsi, telah menjelaskan di acaranya yang bertempat di Hotel C1 dengan tema pemberdayaan cagar budaya dan menjaga eksistensi keberadaannya, mengajak masyarakat paham bagaimana menjaga dan merawat cagar budaya yang ada tersebut.
“Meski masyarakat Sumenep masih minim untuk pengetahuan cagar budaya, namun setidaknya dengan sosialisasi ini mereka bisa sadar bagaimana pentingnya merawat dan menjaga lestarinya alam dengan cagar budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Carto, menerangkan bahwa Sumenep selain kental dengan keanekaragaman budayanya juga lestari dari pemberdayaan cagar budayanya.
“Jadi nanti tidak ada lagi istilah Sumenep kota gersang, saat para wisman datang untuk berkunjung,” tuturnya, Jumat (10/5/209).
Saat ini, diakui oleh Carto, kurangnya pengetahuan tentang cagar budaya, masyarakat seakan tak perduli bagaimana pelestarian ini sangat banyak manfaatnya.
“Hanya saja masyarakat saat ini belum sadar bahwa cagar budaya yang ada di Sumenep ini sangat banyak sekali. Kita terus akan mensosialisasikan bagaimana pentingnya merawat cagar budaya yang ada,” terangnya.
Ditanya soal berapa banyak cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Sumenep, ia menjelaskan lebih dari 100 cagar budaya belum dikelola secara benar, hanya selesai dalam pendataan saja.
“Kalau cagar budayanya ada dan sudah terdata. Sekitar 120 lebih cagar budaya. Namun masyarakat belum paham bagaimana cara pengelolaannya. Maka dari itu kita akan terus lakukan pendampingan, agar masyarakat luas tahu, bagaimana kaya akan alamnya ini,” sambungnya.
Selain itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Roby menjelaskan bahwa akan terus belajar dan mengembangkan Cagar Budaya yang akan dikembangkannya di Sumenep.
“Untuk ini kami tetap belajar bagaimana cagar budaya dapat menjadi industri perekonomian masyarakat,” katanya. Selasa (14/5/2019).
Selain itu pihaknya juga menuturkan, tidak hanya dalam mengembangkan perekonomian masyarakat dalam industri cagar budaya saja. Namun mengetahui kekayaan alam di Sumenep juga sangat penting.
“Kami berusaha untuk bagaimana mana cagar budaya ini terus dikembangkan sengan beberapa penelitian tentunya, agar masyarakat luas nantinya tahu keberadaannya,” paparnya.
Pihaknya juga menambahkan, banyaknya ilmu pengetahuan kepada masyarakat bisa membantu dalam terciptanya pemahaman baru bagaimana menjaga kelestarian sejarah cagar budaya di Sumenep tetap terawat.
“Cagar budayanya banyak, cuma masyarakat butuh ilmu untuk mengerti cagar budaya itu apa. Seperti misalnya empat icon sumenep dari sejarahnya keraton, mesjid jamik, asta tinggi, asta yusup talango,” imbuhnya [Hend/Nin]






