close
SUMENEP

Enam Orang Selamat, Satu Meniggal Dunia, Satu Masih Tak ditemukan.

IMG_20180121_200316
Salah satu nelayan, Muhammad disambut warga usai ditemukan setelah 19 jam terombang ambing di laut.

SUMENEP, kompasmadura.com – Kejadian naas menimpa para Nelayan asal Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang hendak melaut mencari ikan. Pasalnya, ada Delapan orang yang pergi melaut perahunya dihantam ombak hingga tenggelam.

Akhirnya, dari delapan nelayan tersebut, satu ditemukan meninggal dunia, lima selamat, satu nelayan ditemukan terombang ambing ditengah laut selama sembilan belas jam, dan akhirnya ditemukan selamat, serta satu lagi belum diketahui.

“Telah terjadi Laka Laut pada Hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2018, sekitar pukul 11.00 Wib, di Kecamatan Dungkek,” ungkap Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd. Mukid, Minggu (21/01/2018).

Menurutnya, Kejadian naas tersebut, bermula, pada Sabtu (20/01/2018) sekitar pukul 03.00 wib, saat itu Nardi, Darso, Suki, Sarbani, Bunawi warga asal dusun Jadung, kecamatan Dungkek, menuju rumah Bahrawi di dusun Lapa Laok, Kecamatan Dungkek, kemudian ke enam nelayan itu, bertemu, Durahman, dan Muhammad.

Kemudian, mereka berencana melaut meski cuaca kurang baik. Selanjutnya Sekitar pukul 04.00 Wib, delapan nelayan tersebut, berangkat. Selama tujuh jam ditengah laut, sekitar pukul 11:00 Wib ke-depalan nelayan memutuskan pulang.

Akan tetapi, nasib sial menimpa kedelapan nelayan tersebut, akibat ombak besar, perahu yang ditumbangi para nelayan dihantam ombak besar hingga miring.

“Dalam perjalanan pulang cuaca mulai memburuk, setibanya di perairan di dusun Muara, desa Lapa daya, Dungkek, disebabkan angin kencang, perahu yang ditumbangi para nelayan dihantam ombak besar hingga miring dan tenggelam,” terangnya.

Lanjut Mukid, Saat peristiwa naas itu terjadi, Nardi, Suki, Darso, Bahrawi, Muhammad, Durahman dan Bunawi berada di perahu, dan Muhammad terpental terkena hembapasan ombak. Sehingga, Delapan nelayan tersebut pun saling melakukan pertolongan.

Nardi mencoba menyelamatkan Muhammad, Nardi bersama Suki, Sarbani, Darso dan Durahman, berhasil mencapai daratan dengan Bunawi, namun Bunawi sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keempat nelayan yang selamat, dibantu masyarakat setempat, membawa jasat Bunawi menggunakan perahu porsin diantar ke pelabuhan Dungkek.

“Sementara 2 Nelayan lagi, diantaranya Muhammad dan Bahrasi terpisah dari kelima nelayan yang sudah berhasil fi selamatkan oleh masyarakat, sehingga masyarakat bersama Aparat kepolisian dan aparat lainnya melakukan pencarian terhadap kedua nelayan yang belum ditemukan,” tukasnya.

Pada Minggu sekitar pukul 07:30 Wib, jelas Mukid, Muhammad ditemukan mengapung ditengah laut, meski kurang lebih 19 jam terombang ambing di laut, Muhammad dalam keadaan selamat. Sedangkan Bahrawi, hingga berita ini diterbitkan masih dalam proses pencarian.

“Bahrawi masih dalam proses pencarian, belum diketahui kabar kondisi korban terakhir yang dinyatakan hilang hingga saat ini,” pungkasnya.[die/Nin]

Tags : Ombak