close
NEWS

Beredar Premen Mengandung Narkoba, MUI Bangkalan ikut Geram

IMG_20170309_204932

BANGKALAN, kompasmadura.com – Isu yang sangat santer atas peredaran premen dot yang diduga mengandung narkoba. Ternyata cukup membuat masyarakat resah. Keresahan itu juga diungkapkan langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Bangkalan, bahwa upaya para sindikat budak narkoba sudah mulai meracuni generasi Bangsa sejak dini.

Juru Bicara MUI Bangkalan, Thomas AG, menilai dengan peredarannya premen yang berbahaya tersebut, harus ada kesigapan secara sinergitas dari berbagai kalangan. Sebab, barang tersebut jelas sudah meracuni anak cucu bangsa ini.

“Pertama yang harus dilakukan, adalah peran proteksi dari pihak orang tua, harus tetap menjadi support utama dalam menjaga anaknya. Yang kedua, peran pemerintah juga harus menjadi panglima dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat dari ancaman premen berbahaya ini,” ucapnya.

Sehingga, lanjut dia. Peran pemerintah daerah melalui dinas terkait secara terpadu harus pasang badan dalam hal tersebut, contohnya seperti Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Pendidikan.

“Kedua dinas ini harus pasang badan. Karena dari sisi peredaran barang tersebut yang memiliki wewenang utama adalah Disdag. Karena yang memilili regulator dalam mengatur peredaran barang yang berbahaya tersebut,” katanya, saat di temui, ¬†kemarin (09/03).

Thomas, (sapaan akrabnya). Juga sangat menekan kepada dinas pendidikan agar ikut mengawasi langsung para penjual yang masuk dalam lingkungan lembaga sekolahan, “dinas pendidikanpun harus memberikan intruksi kepada setiap Kepala Sekolah agar ikut mengawasi langsung juga. Jika ada yang mulai mencurigakan harus langung ada langkah persuasif,” Ujarnya.

Bagi dirinya, dengan adanya bukti pengamanan ratusan botol premen dot yang dilakukan para petugas Gabungan Rabu (08/03) kemarin. Sudah cukup agar para stakeholder di Bangkalan siaga dan sigap.

“Serta jangan lupa, mungkin kepala Unit pelaksana Teknis (UPT) pendidikan di tiap kecamatan juga harus mengandeng jajaran polsek setempat agar selalu merazianya,” pintanya.

Pihaknya meyakinkan, jika sudah bersinergi maka akan mampu menakan predaran barang berbahaya tersebut, “Bayangkan saja kalau dibiarkan generasi Bangkalan pasti akan hancur, karena sejak dini sudah kecanduan narkoba.” Sergahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika, menanggapi hal tersebut, pihaknya mengaku langsung mengumpulkan seluruh kepala UPT pendidikan di tingkat kecamatan untuk menyikapi persoalan peredaran premen dot yang mengandung narkoba.

“Tadi saya sudah mengumpulkan seluruh kepala upt. Dengan tujuan pertama agar setiap upt mensosialisasikan bahayanya predaran premen tersebut ke setiap sekolah-sekolah.” Ucapnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menyarankan agar setiap kepala upt harus bekerja sama dengan setiap jajaran polsek sekitar untuk rutin melaksanakan sidak ke setiap sekolah-sekolah pula.

“Kalau terkait para penjual yang keliling itu dikondisikan juga, cakupannya cukup sulit untuk memantau. Akan tetapi biasanya setiap satuan lembaga pendidikan sudah ada perjanjian khusus yang diterapkan untuk memperoteksi dari hal-hal yang tidak di inginkan,” bebernya. [MA/Put]

Tags : Premen Dot