SUMENEP, Kompasmadura.com – Kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep dinilai berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru daerah. Salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi local.
Karenanya, pemerintah daerah didorong untuk menghadirkan pengelolaan yang lebih terarah agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Ketua DPRD Sumenep Dul Siam mengungkapkan, dengan potensi yang dimiliki kabupaten Sumenep tersebar di berbagai wilayah Sumenep, mulai dari kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hingga destinasi yang memiliki kekuatan alam dan budaya local, sangat layak dikembangkan.
“Hanya saja pengembangan potensi wisata tersebut masih membutuhkan dukungan infrastruktur, aksesibilitas, serta tata kelola yang berkelanjutan. Optimalisasi potensi alam menjadi destinasi wisata merupakan salah satu langkah strategis dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.”ujarnya Dulsiam belum lama ini.
Dikatakan politisi PKB ini, jika pengelolaan wisata yang dilakukan secara serius dapat memberikan dampak lebih luas, tidak hanya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga terhadap tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatkan PAD secara maksimal, maka pemerintah kabupaten harus serius membuka sumber daya alam potensial untuk dikelola menjadi objek wisata.
Sebab, diakui pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam. Pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung agar kawasan wisata lebih mudah dijangkau dan memiliki daya saing.
“Potensi alam yang dimiliki kabupaten Sumenep sangat banyak, sehingga pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan infrastrukturnya”. tandasnya.
Sedangkan penguatan sektor pariwisata berbasis potensi lokal dinilai memiliki peluang besar dalam menciptakan efek ekonomi berganda. Selain berkontribusi terhadap PAD, sektor ini juga dapat mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, mulai dari UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, hingga jasa pendukung wisata.
Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya menyampaikan, target PAD Kabupaten Sumenep tahun ini mencapai Rp334,30 miliar. Hingga saat ini, realisasi PAD tercatat sebesar Rp166,04 miliar atau sekitar 49,67 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Optimalisasi berbagai sektor potensial, termasuk pariwisata berbasis sumber daya alam, menjadi bagian dari strategi memperkuat kemampuan fiskal daerah. Sehingga, diharapkan kontribusi terhadap PAD terus meningkat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, pengembangan pariwisata di Sumenep menjadi salah satu upaya untuk mengubah kekayaan alam daerah menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor wisata diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.(Rus/Nin)






