close
SPORT

Berikut komentar Ketua ASKAB Sumenep Akan Gelar Kompetisi Setahun Penuh 2019

IMG_20190403_110529

SUMENEP, Kompasmadura.com – Meski sempat gagal lolos di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Sepak Bola (Perssu) Sumenep, Madura, Jawa Timur, beberapa bulan lalu, namun tim bangga dan menyadari bahwa kekalahan tersebut diakibatkan kurangnya pemain di jam terbang. Rabu, (03/04/2019).

“Kekalahan kemarin itu saya akui kurangnya pemain kita itu di jam terbang. Jam terbang itu bisa diciptakan lewat kompetisi internal serta pelatih kita itu harus juga punya jam terbang. Sementara pelatih-pelatih kita rata-rata masih minim jam terbang, ini yang kita evaluasi,” ungkapnya Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Sumenep, Hairul Anwar. ST.MT. Selasa (02/04)

Kedepan pihaknya tidak hanya akan membicarakan pertandingan saja, namun lebih giat akan memaksimalkan internal Tim dalam membenahi kekurangan yang masih ada.

“Sudah kami layangkan surat ke PSSI Jawa Timur, untuk mengadakan pelatihan bagi pelatih-pelatih klub sepak bola. Insyaallah sesudah Pilpres,” jelas, Hairul, sapaan akrabnya, setelah ditemui media ini. Selasa (02/04)

Pihaknya juga berharap, agar tahun 2019 ini lebih fokus kepada beberapa kompetisi yang nantinya akan melahirkan talenta pemain handal.

“Selain itu juga, harapan kita 2019 ini, kita akan fokus ke pembinaan internal. Kita sudah merancang bersama teman-teman Askab yakni diadakannya kompetisi satu tahun penuh U12, U16, U19, agar anak-anak bisa mempunyai jam terbang tinggi,” tuturnya.

Tidak hanya kompetisi setahun penuh selama 2019, akan tetapi pihaknya menjamin selama kompetisi berlangsung, tidak akan ada kecurangan, baik pengaturan skor, maupun mafia pemain.

“Seanjutnya kita akan adakan per-dapil. Saya Jamin semuanya tidak akan ada yang bermain, seperti adanya pengaturan skor mafia skor, dan mafia pemain,” tandasnya. [Hend/Nin]

Tags : Askab PSSI sumenepSepakbola