SUMENEP, Kompasmadura.com – Puluhan event yang digelar Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam rangka tahun kunjungan wisata (visit years) 2018 lalu tampaknya tak berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Trunojoyo.
Namun terbukti, jumlah penumpang pesawat dari Bandara Trunojoyo Sumenep menuju Juanda dan sebaliknya seperti berkembang biak dalam asbak, tidak mengalami peningkatan, bahkan cenderung menurun.
Akibat minimnya penumpang, Pada awal Januari lalu pihak maskapai penerbangan di Bandara Trunojoyo, Wings Air, mengurangi jadwal. Pada awalnya tiap hari menjadi hanya empat kali dalam satu minggu.
Apa benar sejumlah event dalam rangka tahun kunjungan wisata tahun lalu tidak memberikan sumbangsih terhadap peningkatan animo masyarakat terhadap penerbangan di Bandara Trunojoyo?
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Imam Buchari, mengatakan, sebetulnya terkait transportasi itu merupakan pilihan masyarakat atau wisatawan yang ingin berkunjung ke Sumenep.
Sehingga, menurut dia, Rendahnya animo masyarakat terhadap transportasi udara itu tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur meningkat atau tidaknya pariwisata di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
“Tapi yang jelas, kami terus berusaha membenahi sarana dan prasarana pariwisata. Kami membenahi orang-orang yang terlibat dalam pariwisata, seperti guide dan sebagainya. Sementara event itu dilaksanakan agar orang-orang (luar daerah) menoleh ke Sumenep,” ujarnya.
Selebihnya, dia juga mengklaim bahwa dari tahun ke tahun jumlah kunjungan wisata ke sejumlah objek wisata di Sumenep terus mengalami peningkatan. “Baik ke objek wisata yang kami kelola atau tidak,” tambah Imam. [Hend/Nin]






