SUMENEP, Kompasmadura.com – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Kabupaten Sumenep mencatat mayoritas indikator mutu pelayanan melampaui 90 persen selama Semester I di tahun 2026. Capaian ini memperkuat komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi pasien di Kabupaten Sumenep.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, mengungkapkan indikator mutu menjadi instrumen utama dalam memastikan pelayanan terus berkembang.
“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan serta kepuasan masyarakat,” katanya, Selasa (14/07/2026).
Diketahui, publikasi indikator mutu Triwulan I dan II 2026 menjadi bentuk transparansi kepada masyarakat sekaligus tolok ukur peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Sedangkan pada Triwulan II 2026, kepatuhan penerapan Clinical Pathway mencapai 93,28 persen. Pencegahan risiko pasien jatuh di ruang rawat inap juga mencatat kepatuhan 95,14 persen.
Sedangkan kecepatan penanganan pengaduan masyarakat mencapai 89,76 persen. Angka tersebut menunjukkan respons rumah sakit dalam menindaklanjuti keluhan dan masukan pasien. Indikator prioritas rumah sakit turut mencatat hasil positif. Tingkat keterisian tempat tidur mencapai 76,85 persen dengan rata-rata lama perawatan pasien 5,32 hari.
Sementara pelayanan farmasi juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata penyediaan obat racikan berlangsung 18,45 menit, sedangkan obat nonracikan 26,32 menit. Ketepatan jadwal tindakan operasi mencapai 92,67 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga efektivitas pelayanan medis.
“Pada Triwulan I 2026, kepatuhan penggunaan Formularium Nasional mencapai 95,28 persen. Ketepatan pelaporan hasil laboratorium kritis tercatat 93,62 persen. Dan kepatuhan jam visite dokter spesialis mencapai 87,45 persen. Sementara kepatuhan edukasi pasien sebesar 90,17 persen dan penerapan hand hygiene mencapai 96,34 persen.”jelasnya.
Lebih lanjut, Dokter Erli sapaan akrabnya menjelaskan, setiap capaian indikator bukan sekadar angka, melainkan bukti kerja kolektif seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik. Setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas.
“evaluasi indikator mutu akan terus dilakukan secara berkala agar setiap unit pelayanan mampu melakukan pembenahan berkesinambungan.”tandasnya.
Untuk Publikasi capaian tersebut sekaligus menjadi bentuk akuntabilitas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam menghadirkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(Rus/Nin)






