SUMENEP, Kompasmadura.com – Kisah haru terjadi pada salah satu Satuan Petugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 yang berlokasi di Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, selama menjalankan tugas sebagai prajurit Negara, personil ini menjalani dengan rasa semangat tinggi dan rela meninggalkan keluarganya demi mengabdi kepada Negara Indonesia. Selasa, (19/03/3019).
Berbagai cerita unik yang ada dilokasi TMMD ke-104 Komando Distrik Militer (Kodim) 0827 Sumenep terjadi. Rasa haru, bahagia, sedih dan tegang, entah dari pihak Satgas TMMD ke-104 sendiri maupun dari masyarakat menjadi satu kondisi sebagai bukti kepedulian dan pengabdian.
Seperti halnya yang dialami Praka Pramu Dwi Setiawan, anggota Satgas TMMD ke-104 Kodim 0827 Sumenep, asal Tuban, yang berstatus berkeluarga dan memiliki anak satu, dirinya telah inten di lokasi TMMD ke-104 sejak pertama kali dilaksanakan, tepatnya di Dusun Sobi Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batuputih.
Pramu, sapaan karibnya, mengatakan, sebagai seorang prajurit anggota TNI yang Berdinas di Batalyon Mekanik 516/CY Kompi A Sidoarjo, apapun yang terjadi selama di lokasi TMMD adalah demi menjalankan tugas yang terbaik, walaupun masalah sulitnya sinyal di daerah pelosok itu, terkadang menjadi hambatan untuk berkomunikasi dan melepas rindu dengan keluarga lewat via handphone pribadinya.
Sementara, Pramu, yang sudah sehati dengan dunia militer tidak merasa kaget dengan hal tersebut, demi tugas dan pengabdian pada bangsa dan negara, rela tinggalkan sejenak keluarga.
“Saya sudah terbiasa dengan hal yang seperti ini, demi tugas pada bangsa dan negara kami rela meninggalkan keluarga. Sudah menjadi sumpah janji bagi prajurit TNI, kepentingan Negara dan rakyat harus dikedepankan,” terangnya. Selasa (19/03)
Kendati begitu, Pramu, tidak memungkiri, ada kerinduan pada dirinya untuk cepat bertemu dengan keluarga. Sementara untuk menyiasati rasa rindu pada buah hatinya, dirinya selalu menyempatkan bercanda dengan anak-anak warga sekitar, bercanda penuh tawa selayaknya dengan anak sendiri.
“Saya selepas kerja, selalu menyempatkan diri bermain main dengan anak-anak yang belajar mengaji di Madrasah Al Miftah, Dusun Sobi. Dengan begitu bisa mengurangi rasa rindu pada keluarga yang di Tuban sana,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengakui, bahwa sangat merasa nyaman berada di lokasi sasaran TMMD ke-104 Kodim 0827 Sumenep. Masyarakatnya benar-benar menerima adanya TNI, sehingga semua serasa jadi keluarga sendiri.
“Saya sangat nyaman, di tempat ini masyarakat bisa menyatu dengan TNI, jadi serasa berada di rumah sendiri,” tambahnya kepada media ini. [Hend/Nin]






