SUMENEP, Kompasmadura.com – Proyek pengaspalan jalan di Dusun Bulu Barak, Desa Batu Putih Daya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di duga proyek abal-abal oleh sejumlah tokoh masyarakat di desa tersebut. Pasalnya, jalan yang diaspal kurang lebih satu minggu itu, kini sudah hancur akibat hujan lebat. Senin (28/01/19).
Proyek yang menggunakan Dana Desa (DD) ditahun 2018 itu memang sudah di anggarkan tahun 2018 lalu, Namun perbaikan jalan sendiri baru bisa dilakukan bulan januari tahun 2019 ini.
Sementara jalan yang menjadi alternatif penghubung desa, dan transportasi masyarkat setempat itu kini rusak parah akibat diguyur hujan semalaman. Sementara, proyek tersebut memang jelas diborongkan kepihak ketiga.
Namun dari hasil keterangan masyarakat, Fathor, Tokoh Masyarakat Dusun Barak, Desa Batu Putih Daya, menerangkan kepada media ini, Bahwa pekerjaan proyek pengaspalan jalan memang di kerjakan satu minggu, Namun jelang dua hari, jalan malah rusak parah akibat diguyur hujan.
“Proyek itu baru dikerjakan satu minggu, Namun setelah dua hari sudah amburadul, dari proses perbaikan satu minggu di bulan januari ini, sepertinya pekerjaannya terlihat asal-asalan, seakan-akan proyek abal-abal” ungkap fathor setelah dihubungi melalui via whatsapp. (28/01/19).
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, Pada saat DD turun ke pihak desa, belum ada kontroling langsung dari dinas terkait. “Ketika DD turun, dan proyek sudah akan digarap, kok tidak kontroling dari dinas inspektorat, sehingga mangkrak pelaksanaannya dari tahun 2018, baru dikerjakan tahun 2019″ jelas Fathor.
Tidak hanya itu, Fathor menilai proyek tersebut seperti ada kongkalikong antara pihak desa dan pemborong, akibat hancurnya jalan yang baru seminggu di aspal.”Seperti ada kongkalikong antara pihak pemborong dengan pihak desa.Kondisi jalannya itu sangat parah, dan setelah ditanya kepada pekerjanya, katanya masih kekurangan bahan, kenapa tidak ada kontroling kepada para pekerja dalam pengiriman suplay barang” tambah Fathor kepada media.
Kepala Desa Batu Putih Daya, Harno, Memaparkan setelah di klarifikasi oleh media ini, Pihaknya menepis bahwa proyek itu tidak ada pihak ketiga, melainkan swadaya masyarakat.
“Tidak benar kalau proyek di borong oleh pihak lain, itu proyek sudah berjalan sepuluh hari, karena hujan lebat makanya rusak lagi” ujar Harno saat di hubungi melalu via hanphone selulernya. Senin (28/19).
Saat ini, lebih lanjut, Harno menuturkan bahwa jalan sudah dalam tahapan perbaikan kembali.”Saya sudah bilang kepada para pekerja, kalau hujan jangan dikerjakan dulu, Tapi ini karena faktor alam, jadi ya mau gimana lagi” tambahnya. [Hend/Nindy]






