BANGKALAN, Kompasmadura.com – Persipura Jayapura belum bangkit dari keterpurukan setelah mengalami dua kekalahan beruntun di laga lanjutan Go-jek Travelkka liga 1 2017. Namun setelah pekan lalu dibantai oleh PSM Makassar, pekan ini, tim berjuluk Mutiara Hitam itu harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 0-2, ketika bertanding di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (7/6).
Persipura harus mengakui keunggulan tuan rumah karena gagal menghentikan pergerakan Greg Nwokolo di menit 38 dan pelanggaran di kotak penalti yang membuat Peter Odemwingie sukses menjebol gawang melalui titik putih. Tidak hanya itu, Persipura juga harus kehilangan lagi pemainnya setelah Boaz Solossa diusir wasit di pertengahan babak kedua.
Pelatih Persipura, Liestiadi meradang usai pertandingan. Dia merasakan banyak keputusan wasit yang memancing emosi pemainnya. Alhasil, anak asuhnya tidak hanya gagal menghasilkan gol, tetapi juga harus bermain dengan 10 pemain.
“Pemain kami tadi banyak yang terpancing emosinya. Apalagi setelah Boaz keluar, kami kesulitan melakukan serangan karena satu kekuatan kami hilang,” ungkapnya.
Menurut dia, tensi tinggi dalam pertandingan membuat presure kepada pemainnya juga meningkat. Hal itu membuat Ricardo Salampessy dkk mudah terpancing emosi. Selain dia mengeluhkan, kualitas kepemimpinan wasit.
“Saya tidak ingin berbicara banyak tentang wasit. Nanti saya dibilang meragukan kualitas wasit. Tetapi pemain seperti Ian Kabes, yang biasanya diam sampai ikut terpancing emosi,” tambahnya
Dia mengatakan, jika kartu merah yang diterima Boaz juga mengurangi kekuatan timnya. Apalagi, tanpa sosok Osvaldo Hay, barisan pemain muda yang dipercaya untuk menjadi sumber serangan, juga tidak bisa tampil maksimal.
Meski kecewa dengan kelutusan wasit, dirinya tetap mengakui jika tuan rumah layak menang. Menurutnya, Madura United lebih unggul dalam hal materi pemain dan bermain bagus pula. “Ini juga karena pemain tuan rumah bagus. ” Ujar Liestiadi. [Mad/Put]






