close
SAMPANG

Hina Ketum PBNU Melalui Vedio, Pelaku Minta Maaf Usai Dilaporkan

IMG_20210929_110029
Taufikurrahman pemilik akun Ope Cuex yang menyebut binatang pada sesok tokoh NU.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Taufikurrahman pemilik akun Ope Cuex menyebarluaskan video Ketum PBNU Said Aqil Siradj ke salah satu Grup Whatsapp. Dalam vedio tersebut, mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik.

Dalam videonya, pemilik akun Ope Cuex memberikan caption “Kok ono binatang seperti ini di NKRI dan ngaku seorang Ulama lagi dan Ketua Nahdlatul Ulama lagi, ngeri Islam di NKRI ini”. Berselang kemudian, pemilik akun itu dilaporkan ke Mapolres Sampang oleh Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Sampang, Senin, (27/9/2021) kemarin.

Laporan tersebut atas dasar LPBH NU menilai melakukan perbuatan yang bisa menimbulkan rasa kebencian berdasarkan SARA dan golongan berdasarkan pasal 28 ayat 2 UU ITE. Taufikurrahman pemilik akun tersebut akhirnya meminta maaf atas perbuatannya yang dinilai salah.

“Saya minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi,” kata pria warga Jl. Krinci Kecamatan Sampang.

Dihadapan KH. Moh Itqan Bushiri Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang, Taufik menjelaskan, menyebarluaskan video beserta caption atas dasar iseng serta tidak memiliki niat menghina. Karena kata dia, vedio itu ia dapat dari gruop WA yang kemudian diteruskan ke gruop WA lainnya.

“Video itu saya punya karena saya dapat dari disalah satu grup dan kemudian bagikan ke semua grup lainnya,” akunya.

Pada kesempatan itu, KH. Moh Itqan Bushiri Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang mengatakan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi yang lain terutama bapak Taufik. Dia berpesan jika tidak menyukai suatu kelompok atau organisasi tidak perlu menyebar luas karena hal itu sangat merugikan.

“Jangan menghina karena kita tau bahwa tindakan itu tidak baik. Yang dirugikan siapa,” ujarnya dihadapan awak media. (Ful/Nin)

Tags : NU