SAMPANG

Bupati Tinjau Lokasi Pembangunan Lintas Selatan, Terealisasikah Sebelum Jabatan berakhir?

SAMPANG, Kompasmadura.com – Pemerintah Daerah (Pemkab) Sampang membangun jalur selatan nampaknya ada keseriusan. Senin (30/8/2021), Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat meninjau kembali lokasi proyek pembangunan yang disebut pembangunan lintas selatan di Kecamatan Sreseh.

Kepada awak media, dia menyampaikan pemerintah telah berupaya melakukan langkah-langkah kongkrit bagaimana pembangunan ini segera terealisasi. Diantaranya, di Tahun 2019 dilakukan pembahasan, kemudian tahun berikutnya (2020,red) pemerintah melakukan pelunasan lahan terdampak jembatan tersebut.

“Kebetulan ada kegiatan disini (sreseh,red), maka saya sengaja melihat langsung lokasi yang akan dijadikan pembangunan jembatan,” kata H. IDI sapaannya.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, pembangunan ini panjangnya mencapai 15 KM. Mega proyek tersebut membutuhkan anggaran senilai Rp 600 miliar. Tapi, yang tercantum sebesar Rp 300 miliar.

“Dana itu sudah diatur Peraturan Presiden (Perpres) nomor 80 Tahun 2019. Maka, cuma dibuat pembangunan jembatan saja,” jelasnya.

“Kalau sama yang lain (penunjang,red) butuh dana kurang lebih Rp 1 triliun,” sambungnya. Bagaimanapun dirinya tetap berkomunikasi dan konsultasi dengan kementerian. “Dengan harapan, pembangunan ini terealisasi. Sehingga, perekonomian masyarakat setempat lebih baik,” ujar politisi Partai Nasdem itu.

Sementara itu, Ubaidillah Anggota DPRD Sampang mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Wabup telah meninjau lokasi strategis pembangunan tersebut. Artinya dia mengatakan, bahwa pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan program itu.

“Alhamdulillah, tadi langsung ke lokasi. Kebetulan lokasinya itu di Desa Labuhan dan kepala desa hadir juga,” kata Ubaidillah Anggota DPRD Sampang Dapil 2.

Politisi muda berkeyakinan pembangunan lintas selatan itu akan terealisasi sebelum masa jabatan Bupati berakhir. Pasalnya, pemerintah daerah secara teoritis telah lakukan komunikasi dengan pihak terkait.

“Seandainya tidak ada pandemi Covid-19 pembangunan itu mulai dilakukan. Nah, kedepan semoga pandemi berakhir dan tidak kena rekofousing maka proyek itu terealisasi sebelum jabatan berakhir,” kata Ubaid sapaannya.

Pada kesempatan itu, hadir pula Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Desa se-Kecamatan Sreseh. (Ful/Nin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *