close

BUDAYA

BUDAYA

Sedekah Bumi Patemon Kota Surabaya

IMG_20170730_155336

SURABAYA, Kompasmadura.com –  Budaya adalah warisan leluhur Nusantara yang perlu dijaga oleh Setiap insan di muka bumi Pertiwi Indonesia. Begitupun yang ada di Kota Surabaya Kecamatan Sawahan kelurahan Patemon seluruh warganya tetap merawat tradisi yang diwarisi para leluhurnya.

Baca Selengkapnya
BUDAYA

Bekas Pemandian Raja Dibiarkan Kumuh

IMG_20170123_173413

SUMENEP, Kompasmadura.com – Dibiarkan tidak terawat bekas pemandian para tempo dulu yang berlokasi di Desa Batuan, Kecamatan Batuan Kebupaten Sumenep, karena tidak terawat kondisi pemandian itu penuh dengan sampah dan rumput liar.

Baca Selengkapnya
BUDAYA

Sumenep Ibu Kotanya Keris Indonesia

rie_00041

SUMENEP, Kompasmadura.com – Fadli Zon sebut Kabupaten Sumenep sebagai ibu kota kerisnya Indonesia, bahkan Dunia. Hal itu dikatakan olehnya pada saat melakukan pengukuhan pengurus sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia, di Desa Aeng Tong-tong. Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.

Ketua umum Perkerisan Nasional Indonesia Fadli Zon mengatakan bahwa kabupaten Sumenep merupakan ibu kotanya kerisan Indonesia, mungkin dunia. Lanjutnya pusat dari ibu kota keris itu sendiri berada di Desa Aeng Tong-tong. Menurutnya keris merupakan benda budaya luar biasa perpaduan segala seni, yakni seni tempa, ukir, pahat, pamor, dan keris juga mempunyai filosofi sangat mendalam.

Ia menambahkan, untuk kerajinan pandih di desa Tong-tong sudah tidak dapat diragukan lagi, karena sudah menjadi pusat keris di Indonesia. Untuk penyebaran keris saat sekarang luar biasa, dari desa Aeng Tong-tong, Jawa, Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Bali Lombok, dan sudah sampai ke mancanegara, Thailand, Filiphina, serta seluruh dunia.

“Dua hari lalu perdana mentri Belanda datang ke Indonesia, menghadiahi kembalinya keris Indonesia sebagai hadiah,”beberapa waktu lalu. Sabtu (26/11/2016).

Ia pun berharap mudah-mudahan keris yang dulu dibawa oleh Belanda kembali dalam negeri, untuk itu kami sangat menghargai keris merupakan warisan agung, sudah diakui oleh lembaga perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Unesco, budaya agung karya dunia.

“Sebelah tahun lalu keris diakui, agar pengakuan itu berlanjut kita harus melakukan kegiatan-kegiatan melestarikan keris, mengembangkan budaya keris,”paparnya. [

Kata dia, setiap tahun kita harus aktif melaporkan kegaiatan pelestarian keris kepada lembaga PBB, jika tidak dilaporkan maka akreditasinya bisa dicabut, karena keris merupakan asli milik Indonesia. Fadli Zon juga berharap kita menghargai keris sebagai budaya warisan agung, karena saat sekarang negara luar menghargai keris sangat luar biasa.[Sy/uL]

Baca Selengkapnya
BUDAYA

Wabup Sumenep Dampingi Fadli Zon melaksanakan pengukuhan pengurus Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia, di Desa Aeng Tong-tong

rie_km

SUMENEP, Kompasmadura.co m – Banyaknya pengrajin keris di Desa Desa Aeng Tong-tong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Ketua Umum Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) Fadli Zon melaksanakan pengukuhan pengurus Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia, di  Desa Aeng Tong-tong.

Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), berkunjung ke Kabupaten Sumenep, dan mendatangi Desa Aeng Tong-tong dengan didampingi oleh Wakil Bupati setempat Ahmad Fauzi.

Ketua Umum Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) Fadli Zon mengatakan, banyak empu keris merupakan bagian dari peningkatan ekonomi kreatif, hingga masyarakat dapat memanfaatkan kerajinan membuat keris menambah penghasilan layak. Untuk itu lanjutnya, perlu adanya peningkatan pada karya keris sendiri.

“Agar mudah dijangkau maka keris perlu disertifikasi, hingga dapat diketahui motif dari keris itu sendiri, bentuk motif dapur dan sebagainya, agar orang nanti dengan mudah mempelajari,”terangnya Jumat (25/11/2016).

Kata dia, jika keris tersebut, ada sertifikasinya maka apresiasi dari masyarakat lebih meningkat, bagaimanapun keris merupakan benda budaya, ia berjanji agar nanti keris tidak termasuk kedalam senjata tajam.

“Nanti akan lakukan Mou dengan aparat hukum bahwa keris bukan sejata tajam, melainkan benda budaya,”janjinya

Dengan Mou maka keris akan dapat dibawa kesebuah event-event tertentu. Ia kembali menambahkan banyaknya pengrajin keris di Desa Aeng Tong-tong harus diapresiasi semua pihak, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi menjadi kota keris di Indonesia.[Sy/uL]

 

 

Baca Selengkapnya
BUDAYA

Indonesia Mengalami Krisis Bahasa Daerah

i20160925-d_zawawi

SUMENEP, Kompasmadura.com – Krisis bahasa daerah tidak hanya terjadi kepada suku Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, melainkan semua daerah di Indonesia penggunaan bahasa daerah mulai tergerus, maka tidak hanya peran pemerintah melainkan masyakarat penting kembali menghidupkan kearifan lokal bahasa daerah.

Hal itu dikatakan oleh Budayawan Sumenep D Zawawi Imron mengatakan bahwa, krisis penggunaan bahasa daerah tidak hanya terjadi, pada suku Madura, melainkan terjadi disetiap daerah, penyebab dari krisis penggunaan bahasa daerah, menurutnya pada pertengahan orde baru para siswa langsung diperkenalkan kepada buku-buku bahasa Indonesia, hingga menyebabkan bahasa daerah tergerus.

Untuk itu kearifan lokal perlu dihidupkan kembali. Menurutnya untuk menjaga bahasa Madura agar tetap terpelihara maka pemerintah untuk membangun kembali melalui pendidikan bahasa Madura.”Mengumpulkan kembali ahli-ahli bahasa Madura, jika perlu dibeberapa tempat di Madura harus ada jurusan bahasa Madura,”jelasnya Selasa (15/11/2016).

Nantinya baik D1 D2, D3, dapat mengajar ditingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah. Untuk guru pengajar bahasa Madura diberi sertifikasi untuk mengajar.

“Dan pelajaran bahasa Madura itu, dijamin oleh Undang-Undang, selain menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional, kita punya tugas merawat dan membudayakan bahasa daerah,”jelasnya. [Sy/uL]

 

Baca Selengkapnya
BUDAYA

Bahasa Madura Perlu Perbup

img-20161001-01060

SUMENEP, Kompasmadura.com – Pemerintah daerah Kabupaten Sumenep, masih belum terlambat untuk menjaga agar bahasa Madura halus tetap dipakai oleh masyarakat setempat, dengan cara menerbitkan peraturan bupati soal penggunaan bahasa Madura.

Baca Selengkapnya