close
SUMENEP

Dorong Pemulihan Ekonomi, Puluhan Saluran Irigasi P3TGAI Di Sumenep Selesai Dibangun

IMG_20211007_190248

SUMENEP, Kompasmadura.com – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaksanakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur secara resmi telah rampung dan selesai BAST atau serah terima.

Penanda tanganan dan serah terima program P3TGAI terhadap kelompok penerima manfaat Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) melalui BBWS Brantas tersebut dilaksanakan di Hotel Harris, kemarin (04/10) Surabaya.

PPK Operasi SDA III BBWS Brantas Hesti Nurina Paramita, ST, M. Sc dalam kesempatannya menuturkan dengan dilakukannya serah terima program tersebut diharapkan dapat meningkatkan serta pemulihan ekonomi kehidupan masyarakat petani dimasa pandemi covid 19. Selain itu, masyarakat atau kelompok Hippa nantinya juga bertanggung jawab untuk merawat jaringan irigasi yang sudah selesai dilakukan.

“Proses tahapan program P3TGAI, seperti dari tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dilakukan langsung oleh Anggota HIPPA atau P3A selaku penerima manfaat”, ungkapnya kepada media, Kamis (07/10/2021).

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan, di Kabupaten Sumenep sendiri, tahun 2021 pembangunan irigasi telah dilakukan di 50 titik desa yang tersebar di 18 Kecamatan.

“Jumlah desa yang telah melaksanakan BAST pada tanggal tersebut adalah
Di Kabupaten Sumenep berjumlah 50 desa yang tersebar di 18 Kecamatan.
Di kabupaten Pamekasan berjumlah 4 Desa dan tersebar di 3 Kecamatan.
DI Kabupaten Sampang berjumlah 31 desa dan tersebar di 11 Kecamatan”, tambah Hesti Nurina Paramita.

Senada dengan hal itu, Wahyu selaku Peltek BBWS Brantas Jatim pihaknya juga menyampaikan bahwa salah satu manfaat kegiatan program P3TGAI adalah meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat yang terlibat langsung dalam tahapan kegiatan terutama pada masa pandemi Covid 19 ini.

“Disamping itu program ini juga dapat meningkatkan atau menambah layanan pemanfaat air irigasi dan perubahan pola tanam dalam kegiatan pertanian masyarakat”, ungkapnya.

Selain itu, Muhammad Syamsul Konsultan Manajemen Balai (KMB) pihaknya juga menyampaikan bahwa yang terpenting dalam Program P3TGAI ini adalah paska kontruksi, bagaimana dalam hal ini HIPPA/P3A, dapat menjaga, merawat dan memanfatkan jaringan terbangun sebaik mungkin.

“Sehingga usianya jaringan tersebut akan lebih lama”, urainya.

Sementara itu ditempat yang sama, Moh Ramli Kepala Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng Sumenep salah satu perwakilan dari desa-desa penerima program, pihaknya mengungkapkan terima kasihnya kepada pemerintah melalui BBWS Brantas.

Menurutnya, dengan adanya program tersebut apalagi mengingat masa pandemic Covid 19 ini “masyarakat dapat meningkatkan daya belinya dengan terlibat langsung kegiatan P3TGAI”, ungkap Ramli.

“Disamping itu terutama peningkatan area layanan saluran aliran air irigasi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat”, pungkasnya. (Ras/Nin)

Tags : P3TGAL