close
Press Release

Pemerintah Tambah Tempat Isolasi Covid-19 dan Optimalkan Telemedicine bagi Masyarakat

IMG_20210706_214940
Foto: Biro Pers Setpres

 

JAKARTA, Kompasmadura.com – Pemerintah terus berupaya menambah lokasi isolasi dan perawatan bagi pasien konfirmasi positif Covid-19. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebut bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) untuk menyiapkan hal tersebut, khususnya di Provinsi DKI Jakarta.

“Mengenai rumah sakit, kita bekerja sama dengan BNPB di DKI Jakarta akan membangun 900 tempat tidur untuk merawat pasien Covid-19 di Wisma Haji, Pasar Rebo. Mudah-mudahan itu bisa selesai dalam dua hari kedepan. Ada 900 tempat tidur yang bisa kita pakai dan ditambah 50 tempat tidur ICU yang bekerja sama dengan Kementerian BUMN,” ujar Menteri Kesehatan dalam keterangan pers secara virtual seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video pada Selasa, 6 Juli 2021.

Lokasi lain yang telah dipersiapkan sebagai tempat isolasi yaitu rusun Nagrak dan rusun Pasar Rumput dengan daya tampung sekitar 7 ribu tempat tidur. Dengan dipersiapkan dua lokasi ini, Menteri Kesehatan mengatakan bahwa kemampuan penanganan pasien Covid-19 di Wisma Atlet akan dinaikkan dua kali lipat.

“Kita sudah menaikkan dua kali lipat kemampuan Wisma Atlet. Untuk tempat isolasi, dengan bantuan BNPB, kita siapkan sekitar 7 ribu tempat tidur isolasi di Wisma Nagrak dan Rusun Pasar Rumput. Dengan demikian, bisa kita tampung untuk masuk ke tempat tidur isolasi terpusat atau juga masuk ke tempat tidur rumah sakit. Tempat tidur isolasi terpusat ada tadi sekitar 7 ribu, sedangkan tempat tidur rumah sakit ada tambahan sekitar 950 tempat tidur,” tambahnya.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah melakukan kerja sama dengan sebelas platform _telemedicine_ untuk membantu pasien konfirmasi Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Menurut Budi, melalui platform ini pasien dapat melakukan konsultasi gratis dengan dokter dan mendapatkan layanan obat gratis dari Kemenkes.

“Untuk sementara, layanan _telemedicine_ dengan sebelas platform ini dilakukan di DKI Jakarta. Dan berlaku untuk orang yang sudah positif terkena Covid-19 yang telah dikonfirmasi dari data laboratorium yang ada di basis data Kemenkes. Kemudian, mereka dapat melakukan konsultasi gratis oleh _telemedicine_ dan obatnya akan digratiskan dari kita,” lanjutnya.

Upaya lain yang juga dilakukan pemerintah adalah memastikan program satu juta vaksin per hari di bulan Juli dapat terus tercapai. Bahkan jika memungkinkan, Presiden Jokowi berharap target vaksinasi dapat dinaikkan hingga lima juta dosis per hari.

“Jadi kami sampaikan bahwa bulan Juli ini akan datang 31 juta dosis vaksin. Kami memperkirakan dengan satu juta dosis rata-rata harusnya kita bisa capai. Bulan Agustus akan datang lagi 45 juta dosis vaksin. Jika kita bisa naikkan vaksinasinya setiap hari, maka beberapa hari bisa sampai ke dua juta vaksin per hari. Presiden tadi juga menambahkan kalau perlu bisa dinaikkan sampai lima juta vaksin per hari,” ujarnya.

 

 

 

 

 

Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

 

Tags : Presiden RI