close
SUMENEP

Aksi Penolakan RUU HIP Berlangsung di Depan Kantor DPRD Sumenep

IMG_20200710_161658

SUMENEP, Kompasmadura.com – Aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diakhiri dengan pembakaran gambar palu arit yaitu Partai Komunis Indonesia (PKI).

Peserta aksi yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) tersebut berkumpul di jantung kota Sumenep atau Taman Bunga. Lalu, mereka bergerak ke depan Kantor DPRD Sumenep. Aksi diawali dengan pembacaan tahlil bersama dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Aljufri.

“Selamatkan Pancasila. Kita menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila yang akan merongrong NKRI,” kata salah seorang orator aksi, KH Jurjis Muzammil.

Namun pada aksi tersebut dijaga ketat ratusan aparat kepolisian dan TNI itu berlangsung damai. Aparat kepolisian yang awalnya berdiri di sepanjang jalan depan Kantor DPRD Sumenep juga mengambil posisi duduk bersama.

Selama orasi berlangsung, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir, bersama sejumlah anggota lainnya menemui pengunjuk rasa dan mengambil posisi duduk bersama pengunjuk rasa.

Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan, bahwa tujuh Fraksi di DPRD Sumenep menyepakati dan menerima aspirasi pengunjuk rasa.

“Semua fraksi di DPRD ini telah menandatangani penolakan RUU HIP seperti yang disampaikan sebelumnya. Bahkan sudah kami kirimkan ke DPR. Itu bukti tindak lanjut kami untuk menyampaikan aspirasi para kiai,” singkatnya (Ras/Nin)

 

Tags : FPITolak RUU HIP