close
BANGKALAN

Pelayanan Buruk kah ? Kapus Sukolilo Dipanggil Komisi D, Ada Apa ?

IMG_20200326_153522

BANGKALAN,Kompasmadura.com – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukolilo, Kecamatan Labang, Syaiful Hidayat di panggil komisi D DPRD Bangkalan. Apakah pelayanan buruk ? Kamis (26/03/2020).

Syaiful datang di dampingi langsung oleh sekretaris dinas kesehatan Moh Rasuli, dan dua pegawai dinkes lainnya. Di ruangan komisi D DPRD Bangkalan Syaiful di soal oleh unsur pimpinan komisi dan anggota komisi D lainnya.

Agus Sonhaji selaku anggota komisi D, menyoal langsung pada Syaiful. Kemanakah saat jajarannya tiba di puskesmas sukolilo ? Dan bagaiaman terkait keseriusan dalam mengantisipasi wabah covid 19 di area Labang.

“Ijin pimpinan, saya mau tanyak ke pak kapus. Sebenarnya saat kita sidak kesana alat pemeriksa suhu tubuh dan antiseptik yang harusnya ada, tidak ditemui. Ada, apa tidak sih ? Dan punya berapa ?,” Tanya dia.

Son (sapaan akrabnya) menyampaikan agar kapus tidak salah menafsiri bahasanya, lantaran Kecamatan Labang merupakan dapilnya, dan saat membahas puskesmas Sukolilo seperti melihat telapak tangannya sendiri.

“Ayo jangan ada dusta diantara kita,” kata dia.

Sedangkan diwaktu yang bersamaan, Ahmad Harianto Selaku Wakil ketua komisi D, meminta agar di daerah Labang dan perbatasan disediakan posko penanganan covid19, sebagai keseriusan pemerintah dalam memproteksi masyarakat Bangkalan.

“Kami minta di daerah perbatasan ini, agar disediakan posko, karena Bangkalan perbatasannya ada daratan dan pesisir.” Pintanya.

Sebelumnya pria yang kerap disapa Anto menyoal dengan lantang, sebab kapus sukolilo tidak menemui dirinya saat sidak beberapa hari lalu.

Bahkan dia meminta agar di mutasi, lantaran terkesan mengabaikan dan meremehkan ancaman covid19, meski sudah ada edaran dari bupati Bangkalan agar menyediakan alat alat baku.

Terpisah, Syaiful Hidayat menjawab, dirinya saat hari yang sama tengah melakukan koordinasi dengan tokoh takmir masjid untuk dilakukan agenda penyemprotan disinfektan.

“Atas kejadian kemarin saya tidak ada ditempat, saya sedang koordinasi terkait kegiatan penyemprotan keesokan harinya” Jawab dia pada awak media.

Syaiful juga menyampaikan bahwa dirinya, tidak memberi tahu ke petugas lainnya, karena langsung berangkat pakai sepeda untuk menemui takmir masjid.

“Kalau terkait alat pengukur suhu tubuh, kami punya ada dua, 1 untuk petugas survei di lapangan, yang 1 nya di puskesmas. Dan kedepan akan kami perbaiki, mana alat yang harus disiapkan terkait pemeriksaan awal untuk standby di tempat,” papar dia.

Semua pertanyaan dari komisi D. Syaiful menilai koreksi bagi dirinya untuk memperbaiki pelayanan bagi masyarakat Labang.

Sedangkan, terkait persoalan mutasi Sekretaris Dinkes Moh Rasuli, menyatakan bahwa hal tersebut komunikasi awal, dan akan dilakukan langkah pembinaan terlebih dahulu.

“Ya atas gelar pendapat ini kami akan melakukan pembinaan terlebih dahulu, untuk kebaikan bersama,” ucap dia.

Dia berjanji, Stelah ada masukan ini dari mitranya (komisi D) akan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke psukesmas Sukolilo.

“Kami akan agendakan monev langsung ke pkm Sukolilo. Apakah sudah di tindak lanjuti atau belum terkait masukan dari komisi D,” ujar dia.

Selain itu, ketua komisi D Nur Hasan menegaskan adanya rekomendasi mutasi belum di anggap perlu, dirinya masih melihat hasil awal dari evaluasi yang dilakukan saat ini.

“Hal ini masih uji coba dulu, kalau memang intruksi hari ini tidak dijalankan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan akan merekomendasikan mutasi. Kalau dijalankan dengan baik, maka belum perlulah,” tutup dia. (Mal/Nin)

Tags : DinkesKapus