close
HUKUM

Rusmiati Terdakwa Kasus Perdagangan Manusia Jalani Sidang Perdana

IMG_20200116_141010
Rusmiati kenakan baju orange usai jalani sidang perdana kasus perdagangan manusia.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Rabu (15/1/2020), Pengadilan Negeri (PN) Sampang menggelar sidang perdananya, terhadap Rusmiati warga Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang soal kasus perdagangan manusia. Dalam persidangannya, terdakwa merasa keberatan dokumen keterangan dari saksi.

“Saksi tidak hadirkan dalam sidang perdananya, yang disampaikan dalam dakwaan itu keterangan/laporan dari saksi,” kata Anton Zulkarnaen Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampang.

Bahkan selama jalani sidang, kata Anton, terdakwa tidak keberatan atau tidak mengajukan eksepsi selama pembacaan dakwaan. “Dia mendengarnya,” ujarnya.

Terdakwa, Anton menjelaskan, Rusmiati telah melakukan Tindak Pidana Perdagangan Manusia (TPPO) dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI). “Terdakwa akan dikenakan pasal berlapis,” jelasnya.

Modusnya, Anton menceritakan, terdakwa mencari dan mengajak warga untuk menjadi TKI ke Malaysia. Namun, para korban tidak sesuai dengan perjanjian awal. “Tiba di Malaysia, para korban ini malah jadi TKI Ilegal dan parahnya lagi mereka mencari pekerjaan sendiri,” ceritanya.

Namun dikesempatan yang sama, Arman Syahputra Kuasa Hukum Terdakwa (Rusmiati,red) menurutkan terdakwa menyampaikan keberatan terhadap isi dakwaan dari keterangan dokumen saksi. Karena tidak sesuai dengan fakta, maka dirinya bisa menilai dari keterangan dokumen saksi.

“Ini masih disampaikan saksi dalam bentuk dokumen, kita cocokkan dalam fakta persidangan berikutnya,” ujarnya pada awak media.

Sementara itu untuk diketahui, ada empat korban yang berangkat ke Malaysia. Sampai saat ini, masih tersisa satu korban status perempuan yang belum kembali ke Sampang lantar tidak menemukan ongkos pulang, selebihnya tiga korban lainnya telah kembali ke kampung halamannya.

Rusmiati merupakan istri dari Pansiunan Pengadilan Negeri (PN) Sampang. Saat jalani sidang pertama, terdakwa didampingi oleh suami. (Ful/Nin)

Tags : Perdagangan manusia