close
SUMENEP

Wabup Sumenep Berharap Rokat Tasek Untuk Menjaga dan Melestarikan Kearifan Lokal

sumenep_1574604143

SUMENEP, Kompasmadura.com – Rokat Tasek atau petik laut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Sumenep terhadap karunia Allah SWT di sektor kelautan, karena Kabupaten Sumenep dikaruniai potensi maritim luar biasa yang tiada habisnya.

“Pelaksanaan Rokat Tasek untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal masyarakat yang merupakan tradisi ratusan tahun silam dengan memadukan antara kebudayaan lokal dan nuansa Islam,” kata Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi, SH, pada Festival Nelayan dan Rokat Tasek, di Pelabuhan Perikanan Kecamatan Pasongsongan, Minggu (24/11/2019).

Ia menyatakan, kegiatan ini menyadarkan masyarakat khususnya para nelayan, bahwa potensi maritim Sumenep sangat luar biasa, yang harus dijadikan motivasi untuk berinovasi di bidang perikanan, dalam rangka mengangkat harkat dan martabat para nelayan di daerah.

“Kabupaten Sumenep dengan 126 pulau, 170 desa pesisir, luas perairan mencapai 50 ribu kilometer persegi, dan panjang garis pantai mencapai 577 kilometer, jumlah produksi hasil perikanan di tahun 2018 sebesar 709 ribu 603 ton,” tutur

Wabup Achmad Fauzi berharap, Rokat Tasek dan Festival Nelayan dijadikan investasi wisata, sehingga pihak terkait harus mengemas dengan baik di masa mendatang, untuk itu membutuhkan dukungan semua pihak, agar event seperti ini bisa sukses dan menjadi kalender wisata.

“Manakala kemasan pelaksanaannya menarik dan luar biasa, tentu saja masyarakat Sumenep dan luar daerah selalu menantikan penyelenggaraan rokat tasek dan festival nelayan ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, serangkaian acara mewarnai rokat tasek dan festival nelayan, di antaranya Khotmil Qur’an, Macopat, musik tongtong (ul-daul) dan tari-tarian tradisional khas Sumenep, seperti Tari Kolosal Potre Paseser, Topeng, Sandur dan Saronen. Termasuk berbagai lomba antara lain lomba hias perahu nelayan, lomba miniatur perahu dan kuliner.

Puncak rokat tasek dan festival nelayan yakni menabur bibit ikan ke laut yang dilakukan oleh Wabup Achmad Fauzi, Forkopimda Sumenep, pejabat Kementerian Pendidikan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Mohammad Gunawan Saleh.

“Pelepasan 2.000 benih ikan kakap ke laut itu, sebagai upaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya bahwa sangat penting melestarikan laut dan menjaga lautan dari pencemaran, karena laut yang baik berdampak pada hasil tangkapan ikan yang baik pula,” pungkasnya.

Sedangkan pada acara rokat tasek dan festival nelayan itu, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep menyerahkan batuan dan sejumlah bantuan sosial bagi nelayan dan anak yatim. (SM/Nin)

Tags : RokatWabup Sumenep