close
POLITIK

Unjuk Rasa Part II, Bawaslu Sumenep Kembali Di Kepung

IMG_20190509_121818

SUMENEP, Kompasmadura.com – Kembali lagi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumenep di luruk ratusan masyarakat dalam aksi unjuk rasa. Pasalnya masyarakat meminta agar komisioner ketua Bawaslu Sumenep yang mengajak berkelahi saat masyarakat meminta laporan perkembangan kejelasan kecurangan tercoblosnya surat suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu.

Para massa aksi yang berasal dari kepulauan Masalembu ini meminta agar Bawaslu menemuinya. Berlangsung pukul 10.00 WIB, Bawaslu masih tak kunjung keluar, hingga cekcok massa aksi bersama aparat kepolisian tidak dapat terbendung.

“Bawaslu keluar, jangan jadi pengecut. Ayo keluar, kenapa kemarin melakukan sikap arogansi pada kami, padahal kami datang secara baik-baik. Ayo keluar datangi kami kalau berani,” teriak Achamad Supyadi orator aksi. Kamis, (9/5/2019).

Pihaknya mengecam untuk tidak mundur dalam membela keadilan, dan memperjuangkan suara rakyat kepulauan.

“Kalau Bawaslu tidak mau keluar, ini berarti Bawaslu tidak bisa apa-apa lagi. Kami tidak akan mundur, jangan hanya ditantang berkelahi (Carok). Kami akan mengawal kasus ini,” kata dia.

Tidak hanya itu, Supyadi juga meminta aparat penegak hukum untuk bisa menjembatani aspirasi masyarakat kepulauan ini.

“Mulai dari sekarang teman-teman yang dari kepulauan yang terdiskriminasi, ayo lawan penindasan ini, Bawaslu di gaji rakyat. Tolong pihak polisi, komunikasikan untuk bawaslu temui kami. Nantang carok bisa, disuruh keluar tidak mau. Kami minta kejelasan ini,” ucapnya.

Bahkan, para massa aksi mengancam akan menyegel kantor Bawaslu apabila tidak segera menemui para pendemo meski hanya perwakilan staff Bawaslu saja.

“Lima menit tidak temui kami dan tidak ada kejelasan, kantor Bawaslu akan kami segel,” teriak orator lain, Abdurrahman.

Sementara itu, Wakil Kapolres (Waka) Sumenep, Sutarno, tidak bisa memberikan kejelasan pasti mengapa pihak Bawaslu enggan untuk menemui para massa, dengan alasan menghadiri pleno rekapiktulisa hasil suara tingkat suara.

“Kalau ketua Bawaslu bersama seluruh divisi saat ini tidak ada, semuanya menghadiri rapat pleno di surabaya,” terangnya.

Namun Abdurrahman membantah bahwa aparat kepolisian di duga akan mendiskriminasi para massa, sebab aparat terkesan melindungi Bawaslu.

“Jangan deskriminasi kami apak polisi. Saya tahu, rapat pleno masih digelar besok bukan sekarang,” tegasnya dengan nada keras.

Sampai berita ini dierterbitkan, para massa masih tetap mendiami kantor Bawaslu dengan komitmen akan menyegel kantor tersebut. [Hend/Nin]

Tags : BawasluDemo