close
POLITIK

Nantang Masyarakat Kepulauan, Begini Kata Ketua Bawaslu Sumenep

IMG_20190423_182532

SUMENEP, Kompasmaduara.com – Sempat geger pernyataan ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di sosial media yang mengajak berkelahi (carok) masyarakat kepulauan Masalembu, Sumenep, saat mengkonfirmasi perihal kasus perkembangan Surat Suara yang tercoblos terlebih dahulu di Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu.

Namun dari hasil klarifikasi media ini kepada Achmad Supyadi, selaku pengacara masyarakat kepulauan Masalembu yang mengawal kasus tersebut, pihaknya membenarkan bahwa memang ketua Bawaslu Sumenep mengajak dirinya berkelahi.

“Jadi kita datang ke Bawaslu itu dari jam 9 menunggu sampai jam 12, dengan alasan ada keperluan. Setelah datang dan kami meminta kejelasan kasusnya sampai dimana ? malah pihak Bawaslu membahas kasus tersebut keluar dari topik permasalahan,” ungkapnya. Kamis (9/5/2019).

Pihaknya menyatakan bahwa ketua Bawaslu mengajak berkelahi dirinya itu lantaran tidak menerima saat di konfirmasi ulang perihal kasus pidana pemilu tersebut.

“Ketua bawaslu mengajak berantem (Carok) di luar. Dari itu saya kira sudah melenceng dari pokok permasalahan, dan itu ramai di hadapan umum, masyarakat dan para media,” terangnya.

Selain itu, Supyadi juga mengakui dengan nada tegas menanyakan sejauh mana perkembangan kasus tersebut, ketua Bawaslu langsung tersulut emosi.

“Kita tidak tahu indikasinya apa, yang pasti saat ditengah-tengah kami melakukan konfirmasi, dan suara kami cukup tegas menanyakan perkembangan kasus tersebut,” paparnya pada media ini.

Dengan tegas pula Supyadi juga memberikan kejelasan dari beberapa saksi yang ada ditempat kejadian pihaknya dituduh memprovokasi Bawaslu untuk emosi sehingga melakukan sikap arogansi.

“Itu jelas mengajak bertengkar (carok) kami diluar. Itu pengertiannya sudah jelas, dia menunjuk tempat. Bahkan lain daripada itu, kami ini dikatakan memprovokasi oleh oknum ketua Bawaslu. Padahal kami mengkonfirmasi perkembangan kasus tersebut,”

Sementara itu, Anwar Noris selaku ketua Bawaslu Sumenep membantah dengan tuduhannnya mengajak berkelahi masyarakat kepulauan Masalembu saat dikonfirmasi kasus tersebut.

“Itu kita kan diprovokasi dari awal. Saya tidak ada nantang carok. Saya cuma bilang ayo jangan ramai di kantor, ayolah sama-sama menghargai,” katanya.

Ia juga menambahkan, bila dirinya tidak pernah menantang berkelahi (carok) sebagaimana yang telah diberitakan dibeberapa media.

“Kepada teman-teman yang lain, saya tidak pernah bersikap kasar, karena kamarin di provokasi makanya saya nyuruh keluar, bukan untuk berkelahi,” timpalnya. [Hend/Nin]

Tags : Bawaslu