close
POLITIK

KPU Ajukan Santunan Petugas Pemilu Yang Meninggal dan Sakit

IMG_20190424_101607
Ach. Ripto Divisi SDM dan Parmas KPU Sampang.

SAMPANG, Kompasmadura.com – Petugas Pemilu 2019 banyak yang gugur pasca Rekapitulasi tingkat KPPS. Salah satunya, Muhammad Mustofa (48) asal Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Mustofa yang bertugas sebagai Linmas atau keamanan di TPS 04 Kelurahan, Dalpenang Sampang. Maka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang mengajukan santunan kepada korban.

KPU tidak hanya mengusulkan penyelenggara yang meninggal melainkan panitia yang jatuh sakit. Seperti Muhammad Anwari (65) warga keKelurahan Polagan Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Anwari sapaannya terpaksa dirawat di RSUD Mohammad Zyan Sampang, lantaran kelelahan pasca  bertugas sebagai ketua KPPS di TPS  15  Pemilu di Keluruhan Polagan Sampang.

“Mereka telah kami ajukan sekaligus dilaporkan ke KPU Provinsi dan per tanggal 1 Mei sama KPU Provinsi juga disampaikan ke KPU RI adanya petugas yang meninggal ataupun sakit,” kata Ach. Ripto Divisi SDM dan Parmas KPU Sampang, Jumat (3/5/2019).

Sesuai ketentuan KPU RI, Ripto menjelaskan bagi petugas yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 36 juta. Sementara petugas yang mengalami cacat permanen akan mendapat santunan senilai Rp  30,8 juta.

Kemudian bagi penyelenggara yang mengalami luka parah mendapat Rp 16,5 juta, sedangkan petugas yang mengalami luka ringan mendapatkan senilai Rp 8,25 juta.

“Santunan ini, murni dari anggaran KPU. Informasinya, dana santunan itu ditransfer langsung melalui rekening korban,” jelasnya. [ful/Nin]

Tags : KPUSantunan