close
POLITIK

Sempat Jadi Perhatian Di Media Sosial Pernyataan Kades Dukung Capres-Cawapres 01, Begini Kata Bawaslu Sumenep

IMG_20190403_135138
Ketua Bawaslu Sumenep, Anwar Noris, Setelah Dimintai Klarifikasi Terkait Surat Pernyataan Dukungan Capres-Cawapres 01 Oleh Salah Satu Kades Di Sumenep. / Foto : Hend/kompasmadura.com

SUMENEP, Kompasmadura.com – Sempat beredar pernyataan mendukung Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden-Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01, Ir. H. Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin, oleh salah satu Kepala Desa (Kades) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di media sosial (Medsos) beberapa hari lalu, saat ini masih belum jelas kebenarannya. Rabu, (03/04/2019).

Pasalnya, Kades Rombasan, atas nama Muhlis Hidayat, Kecamatan Pragaan, telah memberikan pernyataan dalam isi surat tersebut bahwa pihaknya bersama warga setempat siap mendukung Paslon 01 periode 2019-2024.

Sementara itu, dalam aturan yang ada, dijelaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN)/ Tentara Negara Indonesia (TNI)/ Polisi Republik Indonesia (POLRI)/ Perangkat Desa/ dilarang berpolitik praktis, sesuai dengan Undang-Undang (UU). No 7. Tahun 2017. Pasal 490 dan 494 Tentang Pemilu 2019. Dengan sanksi Pidana 1 Tahun Penjara, Serta Denda Sebesar Rp. 12.000.000.

Namun menurut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Achmad Masuni, menjelaskan bahwa pihaknya masih belum tahu perihal adanya surat pernyataan Kades yang beredar di Medsos tersebut.

“Saya tidak tahu, yang jelas kalau memang benar nanti pasti ada regulasi aturannya,” jelasnya, kepada media ini setelah ditemui di kantornya. Selasa (02/04)

Bahkan, Masuni, sapaan akrabnya, menambahkan belum tahu bentuk surat pernyataan tersebut seperti apa. “Saya tidak tahu bentuknya bagaimana, jelasnya kalau memang itu terjadi nanti pasti ada regulasi,” terangnya.

Selain itu, Kompasmadura.com menggali lebih dalam terkait surat pernyataan yang beredar di Medsos itu, namun sampai berita ditayangkan, pihak Kades Rombasan terkait masih belum dihubungi. Rabu (03/04)

Disisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumenep masih terus mendalami kasus tersebut. Pasalnya sampai detik ini, belum ditemukan surat asli yang memang telah beredar di akun Medsos itu.

“Bawaslu telah melakukan ivestigasi untuk kasus dugaan surat pernyataan dukungan yang beredar di Medsos oleh salah satu Kades. Kita telah bergerak cepat, saya telah perintahkan kepada semua perangkat untuk menyelusuri kasus itu,” terang Anwar Noris pada awak media. Selasa, (02/04).

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa terus melakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui kebenaran surat pernyataan itu, serta terus mengumpulkan bukti-bukti yang valid.

“Kami masih terus melakukan investigasi lanjutan dari beberapa bukti-bukti dan laporan terkait. Kalau itu benar pasti sudah ada sanksi pidana, sesuai dengan aturan yang ada,” imbuhnya. [Hend/Nin]

Tags : Bawaslu